Menristekdikti Sebut Gaji PNS Kalah dengan Pengusaha Startup

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta menyimak diskusi di sela-sela peluncuran Ignite the Nation-Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 18 Agustus 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Peserta menyimak diskusi di sela-sela peluncuran Ignite the Nation-Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Satu Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 18 Agustus 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut gaji PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih kecil dibandingkan pengusaha perusahaan rintisan atau startup. Sebab, ia mencatat, 13 startup binaan Kemenristekditu yang sudah mandiri mampu mencetak omzet sebesar Rp 1 miliar dalam setahun.

    "Sudah ada 13 startup yang Rp 1 miliar ke atas. Anggap saja keuntungannya sudah 30 persen, kalau dipecah tiap bulan berarti Rp 20 sampai Rp 25 juta. Rp 5 juta, pendapatan ASN di Ristekdikti enggak ada (segitu)," kata dia saat menyampaikan sambutan pembuka Inovator Inovasi Indonesia (I3E) di JCC, Jakarta, 3 Oktober 2019.

    Nasir mengungkapkan, dulu perusahaan rintisan atau startup Indonesia kalah jauh dibandingkan Iran. Pada kurun 2004-2014, startup di Indonesia masih di bawah 20 perusahaan, sedangkan Iran  telah menghasilkan 1.000 startup. Namun dalam lima tahun belakangan Indonesia dapat mengejar ketertinggalan, hingga dapat mencetak 1.307 startup.

    "Saya melihat dari Iran yang telah mengembangkan 1.000 startup dari tahun 2004-2014. Indonesia pada saat itu hanya bisa menghasilkan 8 hingga 20 setiap tahunnya," ungkap Nasir.

    Hal tersebut, kata dia, membuktikan keberhasilan startup tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, startup bisa maju dan berkembang bila dikelola dengan baik dan mampu menjawab segala tantangan di masyarakat.

    "Oleh karena itu, saya harap teman-teman (pendiri perusahaan rintisan) bekerja keras dalam meningkatkan pembangunan agar sejahtera. Mudah-mudahan akan sukses. Saya yakin perusahaan yang Bapak dan Ibu kelola akan sukses," kata Nasir. 

    Adapun hingga saat ini, Nasir mengungkapkan, Kemenristekdikti telah menggelontorkan dana sampai Rp 280 miliar untuk mendukung pengembangan startup. Dia mengatakan akan terus meningkat alokasi dana untuk membuat perusahaan perintis berbasis teknologi (PPBT) setiap tahunnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.