WIKA Incar Proyek Ekspansi Bandara Taipei Rp 10 Triliun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat terlihat di area proyek pembangunan Stadion BMW, Jakarta, Jumat, 6 September 2019. pemenang lelang proyek pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut adalah Kerjasama Operasional (KSO) Wijaya Karya (Wika) Gedung, Jaya Konstruksi, dan PP. TEMPO/Tony Hartawan

    Alat berat terlihat di area proyek pembangunan Stadion BMW, Jakarta, Jumat, 6 September 2019. pemenang lelang proyek pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut adalah Kerjasama Operasional (KSO) Wijaya Karya (Wika) Gedung, Jaya Konstruksi, dan PP. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA membidik proyek luar negeri di Taiwan dengan nilai sekitar Rp 10 triliun pada 2019. Corporate Secretary Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan pada paruh kedua tahun ini, perseroan terus membidik kontrak baru dari luar negeri.

    Pada Agustus saat penyelenggaraan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 di Bali, perseroan mendapatkan agreement untuk proyek social housing di Pantai Gading senilai US$ 66 juta dan liquid bulk terminal di Zanzibar senilai US$40 juta.

    Selanjutnya, pada September lalu, emiten dengan kode saham WIKA ini mendapatkan tambahan pekerjaan senilai US$150 juta untuk pengerjaan kontainer terminal di Zanzibar.

    "Sampai akhir tahun, WIKA menyasar pekerjaan pengembangan bandara Terminal 3 di Taipei senilai kurang lebih Rp 10 triliun," ujarnya Rabu 2 Oktober 2019. 

    Mahendra sebelumnya pernah mengatakan perseroan menyasar proyek luar negeri yang margin labanya lebih tinggi dari dalam negeri. Gross margin proyek luar negeri bisa mencapai sekitar 13-17 persen, sedangkan proyek di Indonesia sekitar 10-12 persen.

    Keuntungan lain, WIKA mendapatkan pembayaran dalam valuta asing. Dengan demikian, kemampuan hedging meningkat untuk belanja valuta asing terhadap mesin-mesin impor.

    Kendati demikian, terdapat sejumlah risiko yang dihadapi perseroan, seperti regulasi imigrasi, perpajakan, ekspor impor, iklim, dan budaya. Namun, yang penting risiko terukur dan perseroan memahami bagaimana mitigasinya.

    Sepanjang 2019, WIKA membidik nilai kontrak baru senilai Rp61,74 triliun dan hingga Agustus 2019 nilai kontrak baru yang dicatatkan perseroan sebesar Rp20,3 triliun.

    “Kami masih optimistis, banyak proyek-proyek yang open tender pada sisa waktu ini,” ujarnya.

    Mahendra menyebutkan rata-rata tender pada tahun ini mundur ke semester II karena adanya pemilu pada April lalu dan juga bulan puasa yang dilanjutkan dengan libur Lebaran. Beberapa proyek yang dibidik WIKA pada paruh kedua tahun ini antara lain MRT fase 2, beberapa pembangkit di Indonesia Timur, fuel tank dan beberapa proyek jalan tol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.