Kemenhub Usulkan Warna Khusus Pelat Motor Kendaraan Listrik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil listrik, BMW i8 ikut dihadirkan dalam Jakarta E-PRIX 2020 dikawasan Silang Monas, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Terdapat tiga mobil listrik yang ikut dipamerkan acara tersebut, yakni mobil listrik dari produsen BMW. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    Sebuah mobil listrik, BMW i8 ikut dihadirkan dalam Jakarta E-PRIX 2020 dikawasan Silang Monas, Jakarta, Jumat 20 September 2019. Terdapat tiga mobil listrik yang ikut dipamerkan acara tersebut, yakni mobil listrik dari produsen BMW. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengusulkan pelat nomor antara kendaraan listrik dibedakan dari pelat nomor kendaraan berbahan bakar fosil. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan kebijakan ini mengadopsi peraturan yang sebelumnya telah diberlakukan di beberapa negara.  
     
    "Kami mengadopsi aturan beberapa negara yang sudah lebih dulu mengoperasikan kendaraan listrik. Sebab, di negara-negara tersebut, pengguna kendaraan listrik akan diberikan insentif non-fiskal,” ujarnya dalam diskusi terkait kendaraan listrik di Hoel Milenium, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Oktober 2019. 
     
    Budi Setiyadi mengatakan insentif non-fiskal digelontorkan dalam bentuk penggratisan biaya parkir. Selain itu, pemerintah akan memberikan jalur khusus untuk kendaraat nol energi itu. 
     
    Seumpama kendaraan listrik memiliki pelat nomor khusus, petugas di lapangan akan gampang membedakannya dengan kendaraan berbahan bakar fosil. Dengan begitu, pemberian insentif non-fiskal akan efektif dan benar-benar dirasakan oleh pengguna kendaraan hemat energi. 
     
    Ihwal beleid, Budi Setiyadi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Korps Lalu-lintas atau Korlantas Polsi. “Soal pelat nomor itu wewenang Polri. Saya rasa aturan ini bisa diproses cepat,” katanya. 
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.