Pemerintah Kucurkan Rp 4.183 Triliun Danai Proyek Strategis

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah melakukan perawatan pada menara Tower Barsama Infrastruktur Tidung Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu, 18 September 2019. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) ditargetkan akan menambah 3000 penyewaan di tahun 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah melakukan perawatan pada menara Tower Barsama Infrastruktur Tidung Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu, 18 September 2019. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) ditargetkan akan menambah 3000 penyewaan di tahun 2019. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan bahwa jumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) saat ini yang terdiri dari 223 proyek sesuai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan tiga program mempunyai nilai investasi mencapai Rp 4.183 triliun.

    Darmin menuturkan dari 223 PSN tersebut pemerintah telah menetapkan sebanyak 37 proyek prioritas dengan total nilai investasi di atas Rp 2.500 triliun, yang implementasinya akan diawasi oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

    “Di dalam PDB kita persen infrastruktur itu turun pada awal setelah krisis sehingga menjadi penghambat bagi pembangunan kita,” kata Darmin Nasution di Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Ia mengatakan untuk mendorong pembangunan infrastruktur, pemerintah memerlukan dukungan dari berbagai pihak dalam hal pembiayaan, terutama swasta, sehingga pemerintah berencana membuat berbagai kebijakan yang meliputi aspek fiskal, institusi, dan regulasi.

    “Tentu infrastruktur kecil-kecil dalam skala daerah itu APBN, tetapi infrastruktur strategis itu, kalau anda lihat pembiayaannya mayoritas oleh swasta dan BUMN, baru APBN,” ujar Darmin Nasution.

    “Tax holiday yang dirumuskan belum lama juga merupakan merupakan urgent yang diberikan ke infrastruktur,” ujar Darmin Nasution.

    Selain itu pemerintah juga melakukan transformasi institusi dengan membentuk dan memperkuat lembaga untuk percepatan infrastruktur seperti Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), PT Sarana Multi Infrastruktur, PT Indonesia Infrastructure Finance, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, dan KPPIP.

    Menurut Darmin Nasution, dampak pembangunan infrastruktur tersebut telah mulai terasa karena turut memperbaiki kinerja logistik yang mulai membaik sejak 2010 hingga 2018 serta bermanfaat bagi perekonomian Indonesia.

    Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo menjelaskan hingga September 2019 terdapat 81 Proyek Strategis Nasional yang telah selesai dan beroperasi dengan nilai Rp390 triliun.

    Selain itu, terdapat 27 proyek, satu program ketenagalistrikan, serta satu program pemerataan ekonomi yang sedang dalam konstruksi dan mulai beroperasi sebagian, sedangkan 22 proyek dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi pada akhir 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.