Minat Baca Rendah, Sri Mulyani Ajak Tumbuhkan Literasi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membaca dongeng berjudul 'Raja Lebah dan Sesendok Madu' kepada depan anak-anak sekolah dasar di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Ahad, 3 Maret 2019. Tempo/Caesar Akbar

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membaca dongeng berjudul 'Raja Lebah dan Sesendok Madu' kepada depan anak-anak sekolah dasar di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Ahad, 3 Maret 2019. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati prihatin melihat hasil penelitian yang menyebut bahwa tingkat minat membaca masyarakat Indonesia masih rendah. Menurut dia, hal tersebut bukan sesuatu yang bisa dibanggakan.

    "Indonesia negara dengan tingkat literasi dikategorikan rendah dan kita tidak bangga dengan skor itu. Skor nya dari UNESCO kita masih dalam rangking yang tidak buat kita bangga sehingga memunculkan pemikiran bagaimana bisa," ujarnya saat pembukaan Hari Literasi di Kementerian Keuangan, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Sri Mulyani, mendorong agar literasi masyarakat ditingkatkan sehingga membuat pola pikir bisa lebih terbuka. Salah satu caranya adalah dengan membaca buku. "Membaca akan memberikan wawasan literasi yg baik, sehingga manusia menjadi kaya secara intelektual," kata dia.

    Dia menginginkan masyarakat Indonesia menjadi lebih terliterasi, sehingga ia mendorong seluruh masyarakat di Indonesia untuk membaca dan meresapi tulisan dalam buku. "Kebiasan membaca bukan karena disuruh. Untuk orang seperti saya, membaca adalah oase untuk saya," ungkap dia.

    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menghargai bagaimana sebuah buku tercipta, menurutnya prosesnya membutuhkan usaha yang tidak sedikit, bisa jadi tidak terlihat secara fisik. Namun saat tulisan itu sudah tertuang, efeknya pada pembacanya menjadi luar biasa menyatukan.

    Dia mengingatkan bahwa saat ini ketersediaan informasi menjadi sangat mudah untuk didapatkan, bahkan informasi datang tanpa perlu dicari. Tantangannya adalah bagaimana memilih bacaan yg baik, yang berguna bagi yang membaca.

    Walaupun informasi telah berada di genggaman tangan, untuk meningkatkan minat baca bangsa Indonesia, ada tantangan yang tidak mudah. Menurutnya ada cerminan kualitas pendidikan dan bahkan value masyarakat kita yang masih perlu kita pupuk.

    "Jadi event-event ini kita coba lakukan di Kemenkeu. Pasti bukan ide spektakular tapi tester kecil untuk kita memompa semangat menyebarluaskan semangat literasi," ujar Sri Mulyani.

    Dia berharap, dengan adanya festival literasi, kemauan membaca khususnya di lingkungan Kementerian Keuangan meningkat. Selain itu, dia juga berharap semakin banyak informasi yang dapat dikaji dan dipahami melalui buku-buku yang dipamerkan dalam festival literasi tersebut.

    "Festival literasi temanya lintas generasi adalah tema yang sangat penting dan relevan karena kita lihat Indonesia hari ini. Salah satu yang menggambarkan mutu suatu bangsa," kata Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.