Luhut Akan Patok Tiket Masuk Pulau Komodo Rp 14 Juta

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah komodo berkumpul dalam kunjungan di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo. TEMPO/Tony Hartawan

    Sejumlah komodo berkumpul dalam kunjungan di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tiket masuk Pulau Komodo di Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, akan dipatok tinggi, yakni Rp 14 juta per wisatawan per tahun atau membership. Kebijakan tersebut dilakukan untuk membatasi jumlah wisatawan yang masuk ke area konservasi.

    "Ini kita atur agar komodo sebagai hewan langka yang masuk World Heritage (keajaiban dunia) terlindungi," ujar Luhut di Sekolah Tinggi Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Menurut Luhut, pemerintah akan menyerahkan pengelolaan Taman Nasional Komodo ke organisasi-organisasi filantropis. Selanjutnya, pemerintah akan mulai membuka tender agar pengelolaan lokasi wisata yang masuk golongan destinasi superprioritas itu profesional. "Semua yg peduli lingkungan kita akan kita tawari (untuk mengelola)," ujar Luhut.

    Adapun organisasi filantropis itu nantinya menjadi pihak yang bakal menjual tiket kepada wisatawan. Ihwal pengaturan tiket, Luhut mengatakan pemerintah akan menerapkan sistem kartu anggota tahunan yang bersifat premium.

    Pemegang kartu anggota premium akan memiliki kesempatan mengunjungi langsung Pulau Komodo. Hasil dari penjualan itu seluruhnya akan dipakai untuk pemeliharaan habitat komodo.

    Luhut mencontohkan, bila pemerintah menyediakan 50 ribu lembar tiket, hasil penjualan sebesar US$ 50 juta atau Rp 700 miliar akan digelontorkan seluruhnya untuk Pulau Komodo. Luhut mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah organisasi filantropis dari Amerika Serikat yang melirik menjadi pengelola Taman Nasional Komodo. 

    "Dari Amerika Serikat sudah bicara ke saya waktu di Washington. Tapi waktu itu saya belum tahu benar kondisinya. Kemarin sudah rapat (dengan Gubernur NTT), jadi hari ini saya akan kontak mereka atau mungkin besok," tutur Luhut. 

    Menurut Mantan Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan ini, pemerintah memang sedang merancang desain wisata ekslusif di kawasan Taman Nasional Komodo. Rencana pengelolaan Pulau Komodo itu telah dirembuk dalam rapat koordinasi bersama Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Menteri Pariwisata, dan Gubernur NTT pada Senin lalu, 30 September 2019.

    Selain meningkatkan harga tiket, rapat juga merembuk soal pengembangan kawasan Labuan Bajo. "Pulau-pulau laim di sekitar Pulau Komodo di Labuan Bajo nanti akan kita atur dan tata. Ini semua kami lakukan agar komodo kita atur terlindungi," tutur Luhut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.