Pemerintah Terbitkan Surat Utang ORI016, Bunga Tetap 6,8 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan kembali meluncurkan Surat Berharga Negara (SBN). Kali ini surat utang yang diterbitkan adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI016 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,8 persen per tahun. Bunga tetap ini akan diterima pembeli sampai dengan jatuh tempo pada 15 Oktober 2022.

    “ORI016 dinilai sangat menguntungkan karena dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder dan berpotensi memperoleh capital gain dengan pemesanan minimal Rp 1 juta,” tulis pihak Kemenkeu dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Terakhir, Kemenkeu meluncurkan obligasi pada 4 Oktober 2019 dengan seri ORI015 kepada 17 mitra distribusi senilai total Rp 10 triliun. ORI015 ini diterbitkan dengan kupon yang lebih tinggi, yakni 8,25 persen. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan kupon SBR004 bulan sebelumnya yang sebesar 8,05 persen.

    ORI016 merupakan seri pertama ORI yang diterbitkan secara online melalui sistem e-SBN. Penerbitan secara online ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBN ritel.

    Kemudian, proses pemesanan pembelian dapat dilakukan melalui 4 tahap yaitu registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi. Proses registrasi dapat dilakukan kapan saja. Sedangkan tiga proses selanjutnya dapat dilakukan selama periode pemesanan yaitu tanggal 2 hingga 24 Oktober 2019. 

    Dengan tingkat bunga 6,8 persen, Kemenkeu menilai surat utang ORI016 sangat menguntungkan karena dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder. Selain itu, ORI016 ini juga berpotensi memperoleh capital gain dengan pemesanan minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.