Demo Buruh Serentak di 10 Provinsi, IHSG Menguat ke 6.149,08

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah dibuka melemah, indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik menguat ke zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik menguat 0,18 persen atau 10,83 poin ke level 6.149,08 pada pukul 09.15 WIB. Pada perdagangan Selasa kemarin, IHSG ditutup melemah 0,5 poin atau 30,85 poin ke level 6.138,98.

    Empat dari sembilan sektor terpantau bergerak menguat, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang naik 1,18 persen dan barang konsumsi yang menguat 0,4 persen. Di sisi lain, sektor perdagangan memimpin lima sektor yang melemah.

    Sebanyak 110 saham menguat, 108 saham melemah, dan 437 saham stagnan dari 655 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing menguat 1,18 persen dan 0,38 persen menjadi penopang utama atas penguatan IHSG.

    Kenaikan IHSG tersebut bersamaan dengan rencana digelarnya demo buruh besar-besaran serentak di 10 provinsi hari ini. Dalam unjuk rasa tersebut, serikat buruh akan menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, dan menuntut revisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

    Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.056 hingga 6.278 pada perdagangan hari ini. IHSG masih terlihat berusaha untuk keluar dari fase konsolidasi wajarnya, memanfaatkan momentum koreksi wajar masih bisa dijadikan peluang oleh investor,” kata William dalam risetnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.