Rachmat Gobel Ingin RI jadi Negara Industri di 5 Tahun Mendatang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Puan Maharani (tengah), Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kedua kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan), Rachmat Gobel (kiri), dan Muhaimin Iskandar (kanan) berfoto bersama dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR Puan Maharani (tengah), Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (kedua kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan), Rachmat Gobel (kiri), dan Muhaimin Iskandar (kanan) berfoto bersama dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha yang juga mantan menteri perdagangan Rachmat Gobel angkat bicara soal visinya ketika ditunjuk menjadi salah satu pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024. Ia menyatakan ingin mewujudkan Indonesia menjadi negara industri dalam lima tahun mendatang.

    Rachmat menyebutkan, selama ini masih ada sejumlah kementerian dalam fungsi operasionalnya saling tumpang tindih. "Masih ada kementerian yang suka overlap, tidak saling mendukung. Nah, ini tantangan bagi kita agar dalam lima tahun mendatang, Indonesia menjadi negara industri,” katanya ketika ditemui usai dikukuhkan sebagai Wakil Ketua DPR RI di Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Selain itu, menurut Rachmat, yang perlu dilakukan untuk mewujudkan Indonesia jadi negara industri adalah membangun nilai tambah terhadap produk-produk yang dihasilkan di dalam negeri. “Dari pengalaman saya, bahwa kalau kita ingin sukses, apalagi kita memasuki era globalisasi, adalah bagaimana kita membangun nilai tambah,” katanya.

    Tapi sebelum membangun nilai tambah, legislator dari Fraksi NasDem tersebut menyampaikan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas di dalam negeri. oleh karena itu ia menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air, sehingga kemampuan SDM tidak hanya dilihat dari ijazah.

    “Kita mesti mendorong pendidikan yang tidak hanya memberikan ijazah, tapi juga memberikan ketangkasan dan keahlian kepada mereka yang bisa langsung diimplementasikan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.