WTO Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Perdagangan Global

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal WTO, Roberto Azevedo. Reuters via Straits Times

    Direktur Jenderal WTO, Roberto Azevedo. Reuters via Straits Times

    TEMPO.CO, Brussel - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memangkas perkiraan pertumbuhan perdagangan global tahun ini lebih dari setengahnya pada Selasa, 1 Oktober 2019. WTO memperkirakan ekonomi yang melambat dan Brexit yang kacau dapat semakin menekannya.

    "Prospek suram untuk perdagangan mengecewakan, tetapi tidak terduga," kata Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo dalam sebuah pernyataan, seraya mendesak anggota WTO untuk menyelesaikan pertikaian perdagangan dan bekerja sama untuk mereformasi WTO. 

    WTO memperkirakan perdagangan barang global meningkat 1,2 persen tahun ini. Prediksi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan estimasi April sebesar 2,6 persen. Pertumbuhan perdagangan barang global mencapai 3,0 persen pada 2018. Untuk 2020, pertumbuhannya diperkirakan mencapai 2,7 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 3,0 persen.

    Badan yang bermarkas di Jenewa itu mengatakan pemangkasan perkiraan itu mencerminkan ekspektasi untuk ekspansi ekonomi global yang lebih lambat. Sebagian pemicunya karena ketegangan perdagangan, juga faktor siklus dan struktural dan, di Eropa, ketidakpastian terkait Brexit.

    WTO memberikan kisaran perkiraan untuk pertumbuhan perdagangan tahun ini dari 0,5 persen hingga 1,6 persen dan untuk 2020 dari 1,7 persen hingga 3,7 persen, dengan ujung atas kisaran dapat dicapai jika ketegangan perdagangan mereda.

    "Risiko-risiko terhadap perkiraan sangat tertekan ke sisi penurunan dan didominasi oleh kebijakan perdagangan," kata WTO.

    Amerika Serikat dan Cina terlibat perang dagang selama lebih dari setahun. Mereka telah memungut bea hukuman atas barang-barang satu sama lain senilai ratusan miliar dolar AS hingga mengguncang pasar keuangan dan mengancam pertumbuhan global.

    Presiden AS Donald Trump juga telah mengenakan tarif pada produk-produk dari negara lain, terutama pada baja dan aluminium, dalam upaya untuk memotong defisit perdagangan ekonomi terbesar di dunia itu. Angka-angka WTO menyiratkan keberhasilannya terbatas.

    WTO mengatakan pada Selasa bahwa Amerika Utara menunjukkan pertumbuhan ekspor tercepat di kawasan mana pun pada paruh pertama tahun ini, yaitu 1,4 persen, meskipun kenaikan impor ke Amerika Utara juga lebih besar daripada di tempat lain, yaitu 1,8 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.