Demo Ricuh, Rupiah Kian Melemah ke 14.200

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dolar A.S. REUTERS/Guadalupe Pardo

    Ilustrasi mata uang dolar A.S. REUTERS/Guadalupe Pardo

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa sore masih terus melemah menembus level di atas Rp 14.200 per dolar AS.

    Rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.216 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.195 per dolar AS.

    Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, mengatakan, situasi politik, sosial, dan keamanan di Tanah Air yang masih penuh tanda tanya dan bisa memanas kapan saja, kemungkinan membuat investor menahan diri.

    "Kalau kondisi semakin dirasa tidak aman, maka ada risiko arus modal asing berbalik keluar sehingga rupiah bakal tertekan lagi," ujar Ibrahim, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Menurut Ibrahim, aksi demonstrasi masih akan terjadi mengingat ada momentum pelantikan anggota DPR periode 2019-2024.

    Pada Senin malam, 30 September 2019, sempat terjadi aksi kericuhan yang mengakibatkan kerusakan dan tidak berfungsinya sejumlah fasilitas umum.

    Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp 14.190 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.188 per dolar AS hingga Rp14.218 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.196 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.174 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?