Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta - Bandung Termurah Rp 300 Ribu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan persiapan pemasangan girder pertama di Casting Yard 1 KM 26 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin 30 September 2019. Konstruksi Kereta Cepat Jakarta - Bandung sudah mencapai 27 persen dan ditargetkan beroperasi pada 2021. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

    Petugas melakukan persiapan pemasangan girder pertama di Casting Yard 1 KM 26 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin 30 September 2019. Konstruksi Kereta Cepat Jakarta - Bandung sudah mencapai 27 persen dan ditargetkan beroperasi pada 2021. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan mematok harga tiket kelas 2 atau tiket termurah kereta cepat Jakarta-Bandung maksimal sebesar Rp 300 ribu per orang. Kereta cepat yang ditargetkan bisa memangkas waktu tempuh dua kota itu dari 180 menit menjadi 46 menit itu akan melayani tiga kelas penumpang, yakni VIP, kelas 1 dan kelas 2.

    Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra menyatakan harga tersebut sudah mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat. Saat ini harga tiket kereta api reguler saat ini untuk Jakarta-Bandung sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu dengan memakan waktu tempuh tiga jam.

    Jika waktu tempuh dipangkas hingga hanya menjadi 45 menit, maka KCIC menilai harga tiket maksimal Rp 300 ribu per orang sudah relevan. "Pokoknya disesuaikan dengan kondisi saat ini jadi kira-kira Rp300 ribu kelas dua," ujar Chandra, di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Lebih jauh Chandra menjelaskan ada beberapa kendala dalam menuntaskan pembangunan proyek kereta cepat yang akan mengandalkan armada canggih CR400AF MU itu. Meski begitu, ia yakin waktu perdana operasional proyek tersebut dapat berjalan pada 2021.

    Kendala yang menghambat itu antara lain pembebasan lahan dan juga relokasi sejumlah infrastruktur listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). "Lahan sebenarnya tinggal sedikit lagi, tidak sampai 1 persen. Itu ada di Bandung, di pinggir tol," kata Chandra.

    Sementara pembangunan infrastruktur pada akhir Desember 2019 ditargetkan mencapai 50 persen. Sejauh ini, KCIC mengklaim prosesnya hampir 35 persen. "Kami sudah jalankan satu tahun lebih, tinggal dua tahun lagi," katanya.

    Untuk memastikan kesiapan operasional di 2021, KCIC juga mulai merekrut Sumber Daya Manusia untuk proyek kereta cepat seperti untuk posisi masinis. Perusahaan membutuhkan sebanyak 36 masinis. Selain itu, KCIC juga akan merekrut karyawan untuk pemeliharaan trase dan kereta.

    Rencananya KCIC mengambil sumber daya manusia (SDM) dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dan Politeknik Perkeretaapian Indonesia (API). "Sekarang sedang proses dengan STTD yang di Bekasi sama API (Akademi Perkeretaapian Indonesia) yang di Madiun. Mungkin harapan 36 (masinis), kemudian control center, control center cukup banyak, pemeliharaan banyak," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.