KEK Rumah Sakit Batam akan Berlokasi di ujung Sekupang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rumah sakit. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi rumah sakit. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK rumah sakit di Kota Batam akan berlokasi di wilayah Kecamatan Sekupang, berdekatan dengan Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam. "Di ujung Sekupang itu akan dijadikan KEK," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Sumaryadi di Batam, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Nantinya, di sekitar RS itu akan didirikan hotel dan sarana prasarana penunjang KEK lainnya. Dengan menjadi KEK, maka kawasan itu mendapatkan berbagai intensif khusus, di antaranya pembebasan berbagai jenis pajak untuk pemasukan peralatan dan perlengkapan kesehatan.

    Menurut Didi, pembebasan pajak alat kesehatan akan berdampak banyak terhadap efesiensi biaya rumah sakit, karena pajak alkes mencapai 50 hingga 75 persen. Selain itu, penetapan KEK juga memungkinkan dokter asing praktek di sana karena perlakuannya akan berbeda dengan aturan umum yang membatasi praktik dokter asing.

    Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, sebaiknya ada spesialisasi rumah sakit dalam KEK, seperti RS Dharmais yang fokus pada penyakit jantung dan lainnya. Didi mengusulkan KEK rumah sakit dengan unggulan bidang kecantikan. Karena bidang kecantikan kini sedang tren, seperti di Korea.

    Ia bercerita, beberapa waktu lalu, sudah ada investor yang tertarik mengembangkan rumah sakit bidang kecantikan. Namun, kala itu belum ada wacana KEK rumah sakit, sehingga tidak dilanjutkan. "Kalau enggak trauma center, stroke, pendarahan di kepala," kata Didi.

    Didi mengaku sudah menyuarakan rencana KEK itu kepada Ikatan Dokter Indonesia pusat, yang disambut baik. Namun, untuk melindungi dokter dalam negeri dari "serbuan" dokter asing, maka perlu dibuat aturan. "IDI cenderung pada 'sister hospital', pada tahap awal 'transfer knowledge', itu dalam rangka melindungi dokter kita. Kalau tidak digitukan, habis dokter kita," kata dia.

    Sementara itu, Badan Pengusahaan Kawasan Batam merancang KEK rumah sakit, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. "Rumah sakit pun akan dijadikan KEK," kata Kepala BP Kawasan Batam, Muhammad Rudi.

    Ia mengatakan, rumah sakit perlu dijadikan KEK, agar biaya kesehatan di kawasan itu bisa relatif lebih murah. Dengan KEK, maka peralatan dan perlengkapan kesehatan yang canggih dan mahal bisa masuk ke Batam dengan biaya lebih efisien.

    "Fasilitas alat kesehatan sangat mahal, kalau jadi KEK, maka seluruh barang keluar dan masuk akan dapat prioritas khusus, PPN enggak bayar," kata dia yang juga menjabat Wali Kota Batam.

    Tarif kesehatan pun menjadi lebih murah dengan kualitas bagus, karena dilengkapi dengan peralatan canggih. Pelayanan kesehatan di Batam pun, jadi bisa bersaing dengan negara lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.