1 Oktober, GMF Layani Perawatan Pesawat Sriwijaya Air Lagi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja teknik PT GMF AeroAsia berada di hanggar 4 milik Garuda Indonesia yang baru diresmikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, 28 September 2015. Pembuatan Hanggar terbesar di dunia tersebut memiliki nilai investasi mencapai US$ 60 juta atau setara dengan Rp 879,3 miliar. AP Photo

    Pekerja teknik PT GMF AeroAsia berada di hanggar 4 milik Garuda Indonesia yang baru diresmikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, 28 September 2015. Pembuatan Hanggar terbesar di dunia tersebut memiliki nilai investasi mencapai US$ 60 juta atau setara dengan Rp 879,3 miliar. AP Photo

    TEMPO.CO, Tangerang - Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility atau GMF Tazar Marta Kurniawan memastikan entitasnya akan kembali memberikan layanan perawatan untuk semua pesawat Sriwijaya Air mulai hari ini, Selasa, 1 Oktober 2019. Kebijakan tersebut diambil setelah Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia Group rujuk dan balik menyepakati kerja sama manajemen atau KSM.

    "GMF akan mengedepankan aspek safety dan quality untuk bisa memberikan keuntungan jasa transportasi udara kepada Sriwijaya," ujarnya dalam konferensi pers di kantor pusat Garuda Indonesia, Cengkareng, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Tazar memastikan kelanjutan kerja sama ini bakal memberikan keuntungan bagi manajemen Sriwijaya Air dan penumpangnya. Adapun dengan berlanjutnya kerja sama antara kedua entitas itu, GMF sebagai bengkel perawatan pesawat alias MRO milik Garuda Indonesia akan kembali menyediakan suku cadang yang diperlukan armada milik Sriwijaya.

    Di tempat yang sama, Pelaksana tugas Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson I. Jauwena mengatakan entitasnya menyambut baik rekonsiliasi bisnis Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia Group. "Kami ingin menyehatkan ekosistem penerbangan kami," tuturnya.

    Ia mengatakan keputusan GMF untuk kembali melayani Sriwijya berdampak baik bagi aspek keselamatan penerbangan. Utamanya untuk penyediaan suku cadang dan pengecekan harian.

    Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Capt Avirianto mengatakan GMF bakal segera melakukan perawatan insentif untuk pesawat Sriwijaya Air yang saat ini beropasi. "Sejak 27 September, kan ada pesawat yang suku cadangnya mendekati limit. Dengan adanya kerja sama ulang, ya akan langsung diganti semua," tutur Avirianto saat dihubungi terpisah.

    Adapun nasib pesawat-pesawat Sriwijaya Air yang saat ini digrounded pun akan kembali diproses untuk dijalankan lagi. Namun, ia menyebut butuh waktu.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.