Listrik Padam, BPS: Jumlah Penumpang Kereta Turun 9,85 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang duduk di atas rel di depan KRL Commuter Line Angke-Nambo yang berhenti dampak dari gangguan listrik di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Ahad, 4 Agustus 2019. Operasional seluruh KRL Commuter Line di Jabodetabek terhenti hingga tengah malam akibat pemadaman listrik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah penumpang duduk di atas rel di depan KRL Commuter Line Angke-Nambo yang berhenti dampak dari gangguan listrik di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Ahad, 4 Agustus 2019. Operasional seluruh KRL Commuter Line di Jabodetabek terhenti hingga tengah malam akibat pemadaman listrik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat terjadi penurunan jumlah penumpang kereta di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sepanjang Agustus 2019. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan penurunan jumlah penumpang tersebut terjadi karena dua hal.

    "Pertama, di Jabodetabek, ingat terjadi listrik padam dan ada pembatalan KRL 240 perjalanan dalam waktu 5 jam karena nggak ada listrik, dan itu berdampak," kata Suhariyanto saat mengelar konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 1 Oktober 2019.

    Adapun pada Ahad, 4 Agustus 2019 aliran listrik milik Perusahaan Listrik Negara atau PLN dilaporkan padam. Insiden mati listrik tersebut menyebabkan sebagian besar Pulau Jawa dan Bali kehilangan pasokan listrik. Padamnya listrik tersebut dilaporkan berlangsung lebih kurang selama 12 jam.

    Akibat padamnya listrik tersebut BPS mencatat jumlah penumpang kereta baik di Jawa dan Sumatera mengalami penurunan menjadi 35,19 juta dari sebelumnya 39,03 juta. Penurunan tersebut setara dengan angka 9,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya Juli 2019.

    Sedangkan khusus di wilayah Jabodetabek saja jumlah penumpang tercatat menurun 6,94 persen. Angka ini setara dengan 27,65 juta penumpang dari sebelumnya 29,714 juta penumpang.

    Suhariyanto juga menjelaskan, selain akibat padamnya listrik di Jawa pada Agustus, menurunnya jumlah penumpang juga sejalan dengan momentum liburan yang telah selesai. Hal ini tercatat lantaran jumlah penumpang di Sumatera dan non-Jabodetabek yang ikut menurun.

    "Artinya, memang karena penumpang kereta non Jabodetabek di Jawa itu turun, karena masa liburan sudah selesai," kata Suhariyanto.

    BPS mencatat jumlah penumpang di Sumatera mengalami penurunan 11,61 persen atau menjadi 674 ribu orang dari sebelumnya 732 ribu orang. Sedangkan penumpang kereta di wilayah non-Jabodetabek tercatat menurun 19,77 persen menjadi 6,98 juta dari sebelumnya 8,58 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.