Kelas Coding Indosat Ooredoo Buka Kesempatan bagi Difabel

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp) di GSG Universitas Lampung, Bandarlampung, Senin (16/9/2019) (Antara Lampung/Agus Wira Sukarta)

    Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp) di GSG Universitas Lampung, Bandarlampung, Senin (16/9/2019) (Antara Lampung/Agus Wira Sukarta)

    TEMPO.CO, Malang- Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk belajar bahasa pemrograman alias coding. Pelatihan secara daring dikemas dalam Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp). Pendaftaran dibuka mulai 2 Agustus sampai 18 Oktober 2019.

    "Sudah tembus 20 ribu pendaftar. Sekitar 2 persen peminat berkebutuhan khusus (difabel)," kata Head of Sales East Java Indosat Ooredoo, Wulang Prabowo Edhi, Selasa 1 Oktober 2019. IDCamp menyediakan beasiswa belajar coding secara daring. Tujuannya untuk memenuhi kekurangan talenta digital.

    Dalam menjaring calon peserta, digelar roadshow di 20 perguruan tinggi. Mereka akan dibekali keterampilan coding, sertifikat berskala global dan akses pekerjaan. IDCamp, katanya, fokus di hulu dalam ekosistem digital yakni programer dan developer. "Sertifikat diakui secara global," katanya.

    Peserta terbuka bagi Warga Negara Indonesia yang berusia maksimal 29 tahun. Bahkan seorang pendaftar masih berstatus pelajar SMP. Kelas dibuka antara lain android developer, kotlin android developer, web apps developer. Disediakan jejang mulai pemula sampai mahir.

    Setelah pelatihan akan dipilih 1000 peserta terbaik untuk mendapat sertifikat dan 100 orang untuk akses pekerjaan. Kelas daring dimulai 2 Agustus 2019 sampai 21 Februari 2020. Peserta lulus program Februari 2020. Sedangkan penyaluran kerja sesuai kebutuhan mulai Februari-April 2020. Khusus difabel akan dilangsungkan tatap muka pada Desember 2020.

    Tingkat pendidikan di Indonesia, katanya, berada di peringat 113. Dengan pengangguran sebanyak 6,8 juta orang. Sedangkan kebutuhan talenta digital mencapai 600 ribu per tahun dan 6 juta kesempatan kerja sampai 2025. Ada kesenjangan, katanya, yang selama ini diisi tenaga kerja dari luar negeri.

    Mereka bakal mencari bibit talenta digital untuk mengejar ketertinggalan itu. Pelatihan secara daring bekerja sama dengan Decoding Academy. Selama pelatihan, mereka diberi tugas membuat coding tertentu. Hasilnya akan dianalisis 50 tenaga ahli dari berbagai perusahaan digital seperti Gojek, Bukalapak dan sebagainya.

    "Fasilitator diseleksi engineer dari berbagai perusahaan," kata Nur Rochman dari Decoding. Sertifikasi industri berlaku global, katanya, karena kurikulum disusun google dan dikembangkan di Indonesia. Semua modul dan kurikulum terverifikasi google.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.