Indonesia Jajaki Pasar Makanan Polandia di Polagra Food Fair 2019

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan manis seperti cupcakes. Unsplash.com/Viktor Forgacs

    Ilustrasi makanan manis seperti cupcakes. Unsplash.com/Viktor Forgacs

    TEMPO.CO, London - Indonesia menjajaki pasar Polandia dalam upaya memasuki pasar industri makanan dan minuman di Polandia dan kawasan Eropa Tengah dengan berpartisipasi dalam "Polagra Food Fair 2019."

    Acara tahunan ini digelar di Kota Poznan pada 30 September hingga 3 Oktober 2019.

    Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Warsawq, Taufiq Lamsuhur, mengatakan beberapa perusahaan Indonesia yang ikut mempromosikan produk antara lain ABC President, Maesindo, Rukun Mapan Bersama (RMB), Mayora, Niramas, Kopi Khatulistiwa, Sostro, dan Neoalgae.

    Dia menuturkan pasar domestik sebanyak 38 juta warga Polandia, para ekspatriat sekitar 300 ribu, pelajar asing 70 ribuan, dan wisatawan yang berkunjung ke Polandia mencapai 20 juta setiap tahunnya, serta diaspora Polandia. 

    "Menjadikan pasar Polandia terbesar di Eropa Tengah," kata Taufiq kepada Antara di London, Inggris, pada Senin, 30 September 2019.

    Duta Besar RI untuk Polandia, Siti Nugraha Mauludiah, mengatakan sebagai pasar produk Indonesia, Polandia juga dapat dijadikan alternatif pengusaha Indonesia untuk menanamkan modal sebagai outbond investment di negara Chopin ini.

    Pertumbuhan ekonomi Polandia yang stabil dan tinggi berkisar 4-5 persen per tahun serta posisi strategis Polandia di Eropa Tengah menjadi faktor menguntungkan bagi investor Indonesia. Outbond investment ini akan mendorong sektor perdagangan bilateral yang lebih luas antara Indonesia dan Polandia.

    Menteri Pertanian Polandia Jan Krzysztof Ardanowski membuka secara resmi acara tahunan ini dengan melakukan pemotongan pita bersama dengan pejabat undangan lainnya.

    "Terjadi perubahan paradigma industri makanan saat ini, di mana konsumen lebih mementingkan kualitas makanan dan bungkusan," ujar Menteri Ardanowski.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.