Tujuh BUMN Jajaki Prospek Investasi di LinkAja

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini M. Soemarno, beserta seluruh jajaran direksi perusahaan milik negara, serta siswa sekolah, UKM dan warga kampung mitra binaan BUMN menghadiri Festival LinkAja di GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu pagi, 7 April 2019. (dok Kementerian BUMN)

    Menteri BUMN Rini M. Soemarno, beserta seluruh jajaran direksi perusahaan milik negara, serta siswa sekolah, UKM dan warga kampung mitra binaan BUMN menghadiri Festival LinkAja di GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu pagi, 7 April 2019. (dok Kementerian BUMN)

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja, Danu Wicaksana mengatakan sudah ada tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tertarik menaruh modal di perusahaan dompet digital pelat merah ini. Danu menyebut ketujuh BUMN tersebut adalah lain PT Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT KAI (Persero), Perum Damri, serta PT Taspen (Persero).

    "Nah dari beberapa BUMN yang mungkin bergabung salah satunya AP 2 dan Garuda," kata Danu di Kementerian BUMN, Senin, 30 September 2019.

    Ia mengaku bersyukur karena Menteri BUMN Rini Soemarno mendorong sinergi BUMN. Selama ini, menurut dia, banyak BUMN yang jalannya sendiri-sendiri.

    Namun, Danu mengatakan, masih menunggu kepastian dari tujuh BUMN di atas untuk benar-benar menanamkan modalnya kepada LinkAja. Jika terealisasi maka mereka dapat bergabung dengan tujuh BUMN yang telah bergabung lebih dahulu yakni Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), PT Pertamina (Persero), PT Asuransi Jiwasraya, dan PT Danareksa.

    "Tujuh itu sudah semua [setor modal] besarannya enggak boleh ngomong," ungkap Danu.

    Meski begitu, ia mengakui bahwa dengan adanya sinergi di LinkAja, pembagian porsi saham akan terjadi perombakan. "Ya, nanti ada perubahan. Tapi, kalau itu ditanyakan ke Kementerian ya. Saya pelaku bisnisnya" ucap Danu.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.