Faisal Basri: Indonesia Tak Bakal Kena Resesi Global, Asal...

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Faisal Basri yakin perekonomian Tanah Air tidak bakal terdampak resesi global. Syaratnya, pemerintah harus bisa menjaga pertumbuhan konsumsi masyarakat di level 5 persen.

    Faisal mengatakan, konsumsi masyarakat saat ini hampir 58 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia. Sehingga, kalau konsumsi itu terjaga maka pertumbuhan ekonomi juga aman.

    "Jadi ekonomi Indonesia itu, saya fully confident, misal dunia resesi kita tuh enggak akan resesi," ujar Faisal di Kantor Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Jakarta Selatan, Senin, 30 September 2019.

    Faisal menyebut suatu negara disebut mengalami resesi apabila dalam dua triwulan berturut-turut pertumbuhan ekonominya negatif.  "Enggak ada cerita kita minus," kata dia. Apalagi, ia melihat masyarakat Indonesia tidak akan lebih miskin dari sekarang. Sehingga, kalau pendapatan turun, konsumsi akan tetap positif.

    Tak hanya resesi, Faisal juga percaya Indonesia juga tidak bakal terkena efek sekalipun terjadi krisis keuangan global. Sebab, sektor keuangan Tanah Air masih tergolong dangkal layaknya parit. "Kita tidak mungkin tenggelam di parit, kalau sistem keuangan kita dalam, baru bisa tenggelam."

    Secara keseluruhan, Faisal memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan sekitar 5 persen. Adapun pada triwulan III pertumbuhannya diperkirakan pada kisaran 4,9 hingga 5,1 persen.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau  Jokowi meminta para menterinya melaporkan perkembangan terbaru tentang upaya yang sudah mereka lakukan dalam mendorong ekosistem dunia usaha yang mendukung investasi. "Supaya progres lebih tajam, tidak mengulang. Oleh sebab itu, Menteri Seskab saya persilakan memberikan kelanjutannya," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas tentang Penataan dan Persyaratan Penanaman Modal di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

    Jokowi mengatakan, rapat terbatas kali ini merupakan kelanjutan dari rapat sebelumnya. Dari informasi yang diterima, kata Jokowi, ekonomi global yang melambat membuat banyak negara mengalami resesi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara