Bangun Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Disuntik Modal Rp 10,5 T

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tol Trans Sumatera khususnya ruas Palembang-Kayuagung akan diresmikan presiden Agustus nanti. Foto: PARLIZA HENDRAWAN

    Tol Trans Sumatera khususnya ruas Palembang-Kayuagung akan diresmikan presiden Agustus nanti. Foto: PARLIZA HENDRAWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) memperoleh suntikan dana melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 10,5 triliun. Tambahan modal itu dimaksudkan untuk percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

    Corporate Secretary Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan, jumlah penyertaan atau suntikan modal yang disetujui pemerintah ini sesuai dengan usulan yang diajukan oleh perusahaan. 

    “PMN ini untuk porsi ekuitas, sisanya dari loan (utang), baik sindikasi perbankan dalam maupun luar negeri,” kata Fauzan saat dihubungi di Jakarta, Senin, 30 September 2019. Sementara untuk utang, Hutama Karya telah memperolehnya dari 11 perbankan pada Agustus 2018 lalu dengan jumlah Rp 31,5 triliun.

    Pengumuman penyertaan modal ini sebelumnya diumumkan dalam laman Sekretariat Kabinet (Setkab) pada hari yang sama. Dalam pengumumannya, Setkab menyebut penyertaan modal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan PT Hutama Karya. Adapun sumber dana Rp 10,5 triliun ini berasal dari APBN 2019.

    Fauzan menambahkan, pencairan PMN sebesar Rp 10,5 triliun ini akan digunakan perusahaan untuk keperluan pembangunan tujuh ruas tol di Trans Sumatera. Ketujuhnya yaitu Tol Pekanbaru Dumai, Tol Padang-Pekanbaru, Tol Simpang indralaya-Muara Enim, Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Tol Kisaran-Indrapura, Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Prapat, dan Tol Medan-Aceh.

    Nantinya, Rp 10,5 triliun ini akan digunakan seluruhnya untuk pembangunan konstruksi tol. Sebab, pembebasan lahan sepenuhnya telah ditanggung oleh Kementerian Keuangan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). LMAN memang bertugas untuk pembebasan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN). “Badan usaha diminta menalangi dulu dan akan diganti,” kata Fauzan.

    Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Danang Parikesit, berharap pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dapat dipercepat setelah adanya pencairan PMN ini. “Seharusnya demikian (dipercepat), apalagi yang Terbanggi Besar hingga Kayu Agung kan sebentar lagi (operasional),” kata Danang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.