ADB Rekomendasikan 4 Prinsip Bangun Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

    Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Pembangunan Asia (ADB) merekomendasikan empat prinsip yang dinilai krusial dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

    "Pertama, 'smart cities' artinya kota yang memiliki kemampuan dengan perkembangan teknologi terbaru," kata Vice President Knowledge Management and Sustainable Development ADB Bambang Susantono di Jakarta, Senin, 30 September 2019.

    Kedua, lanjut Bambang, prinsip "green cities" di mana kota harus dikembangkan sesuai dengan saya dukung lingkungan dan memperhatikan perubahan iklim.

    Ketiga, prinsip inklusif yang berarti kota itu harus menjadi kota bagi semua orang, tidak terbatas hanya bagi satu segmen tertentu dari masyarakat.

    "Terakhir, 'sustainable' yaitu berkelanjutan. Jadi kota itu bisa berkembang jadi kota yang layak huni sehingga jadi satu tempat yang memberi manfaat optimal bagi warganya," tuturnya.

    Bambang menuturkan sejauh ini belum ada rencana bantuan yang bisa dikucurkan ADB kepada Indonesia dalam pembangunan ibu kota baru.

    Menurut dia, ADB masih menunggu perencanaan pemerintah mengenai pembangunan ibu kota baru untuk kemudian bisa memberikan masukan-masukan.

    Ia juga menekankan bahwa urbanisasi menjadi keniscayaan di ibu kota baru. Yang pasti, koordinasi, konsistensi perencanaan serta komunikasi publik yang baik menjadi hal yang penting.

    "Pesan kami adalah bagaimana kota-kota ini tidak hanya membangun kota sendiri tapi bagaimana mereka melakukan koordinasi dan kerja sama sehingga terjadi aglomerasi ekonomi yang positif," katanya.

    Bambang menambahkan pentingnya bagi pemerintah untuk mengelola dengan baik karena urbanisasi bersifat natural.

    "Urbanisasi itu natural. Begitu kotanya bagus, enak, layak huni, orang ingin berada di kota itu. Kuncinya bagaimana kita kelola kota dengan baik, bagaimana kita koordinasi antarkota yang baik karena kota tidak bisa hidup sendiri, juga komunikasi publik yang baik karena warga itu bagian yang tak terpisahkan dari sejak perencanaan implementasi hingga kehidupan sehari-hari," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Paham Siaga Bencana Sejak Dini

    Pengenalan cara menghadapi bencana alam harus sudah ditanamkan pada anak sejak dini. Ada cara sederhana agar anak mudah memahami.