KCIC: Trase Kereta Cepat Jakarta Bandung Tersambung 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan persiapan pemasangan girder pertama di Casting Yard 1 KM 26 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin 30 September 2019. Konstruksi Kereta Cepat Jakarta - Bandung sudah mencapai 27 persen dan ditargetkan beroperasi pada 2021. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

    Petugas melakukan persiapan pemasangan girder pertama di Casting Yard 1 KM 26 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin 30 September 2019. Konstruksi Kereta Cepat Jakarta - Bandung sudah mencapai 27 persen dan ditargetkan beroperasi pada 2021. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra optimistis pembangunan trase pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan tersambung pada 2020.

    Chandra mengatakan sebanyak 60 persen dari total keseluruhan trase KCJB didominasi oleh struktur elevated. Adapun, pemasangan box girder akan mendorong percepatan pembangunan trase. "Keseluruhan trase direncanakan tersambung pada 2020, sehingga kereta cepat bisa beroperasi pada 2021," kata Chandra dalam siaran pers, Senin, 30 September 2019.

    Dia menambahkan, proses instalasi ginder dapat menjadi semangat untuk mewujudkan kereta cepat sebagai solusi masyarakat perkotaan dalam bertransportasi antar kota dengan cara dan nuansa yang baru.

    Kereta cepat Jakarta-Bandung dapat menjadi solusi masyarakat dalam bertransportasi antarkota, menawarkan kecepatan dari segi waktu, sehingga perjalanan lebih aman, efektif, efisien, dan nyaman.

    Selain pemasangan box girder, salah satu bridge continuous beam yang terbentang di atas ramp jalan Tol Purbaleunyi telah tersambung pada 25 September 2019.

    Untuk memenuhi kebutuhan box girder di sepanjang trase, proyek kereta cepat Jakarta Bandung memiliki tiga buah Casting Yard yang tersebar di beberapa titik di Cikarang dan Bandung. 

    Dalam proses pembangunannya, KCIC dan kontraktor yang terlibat dalam proyek pembangunan kereta cepat pertama di Indonesia, yakni Sinohydro, WIKA dan CREC, terus mengupayakan proses pengerjaan dengan metode yang efektif dan efisien agar proyek dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.

    Pihaknya menuturkan guna mempersiapkan masa operasi pada 2021, sistem operasional dan perawatan kereta cepat telah dipersiapkan secara matang, termasuk manajemen sumber daya manusia, hingga pengembangan TOD dan bisnis non kereta.

    Dari sisi tenaga kerja, KCIC sudah mulai melakukan perekrutan dengan bekerja sama dengan instansi pendidikan yang berkaitan dengan bidang perkeretaapian. SDM yang terpilih akan mengikuti sejumlah program yang telah dipersiapkan oleh perusahaan.

    Pada saat operasional kereta cepat nanti, tidak kurang dari 1.500 personel profesional akan terlibat aktif. Dalam upaya persiapan SDM mulai dari penyerapan tenaga kerja profesional hingga penyusunan peraturan dan standar saat ini terus dipersiapkan. 

    KCIC juga turut menjalin kerja sama dengan instansi lain untuk turut terlibat menjadi bagian dari sejarah dalam mewujudkan pembangunan moda transportasi modern antarkota. Hal itu diimplementasikan dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama (MoU) dengan MRT Jakarta.

    Keduanya telah bersepakat untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan terkait dengan sistem operasional dan pemeliharaan sarana yang mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia, inovasi hingga strategi pengembangan TOD dan bisnis non kereta lainnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.