Waktu Tempuh Kian Singkat, Menhub: Jumlah Perjalanan LRT pun Naik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian LRT Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 23 Juli 2018. Selain itu, pengerjaan proyek dua jembatan Musi, Musi IV dan Musi VI, dua jembatan layang Keramasan, serta simpang Bandara SMB II, dikebut. Jembatan Ampera, yang merupakan ikon kota empek-empek tersebut, juga dipercantik. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    Rangkaian LRT Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 23 Juli 2018. Selain itu, pengerjaan proyek dua jembatan Musi, Musi IV dan Musi VI, dua jembatan layang Keramasan, serta simpang Bandara SMB II, dikebut. Jembatan Ampera, yang merupakan ikon kota empek-empek tersebut, juga dipercantik. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kinerja operasional Light Rapid Transit Sumatera Selatan (LRT Sumsel) semakin optimal. Hal itu dilihat dari waktu tempuh dari Stasiun Bandara ke Stasiun DJKA yang biasanya ditempuh dalam waktu 60 menit, kini hanya 47 menit.

    Begitu juga dengan headway (waktu tunggu antar kedatangan kereta) juga berkurang, yang tadinya 30 menit sekarang hanya 18 menit. "Ini progress yang sangat baik, khususnya bagi masyarakat yang ingin ke bandara maupun sebaliknya. Ini sudah sangat memenuhi syarat sebagai moda transportasi massal pilihan yang baik," kata Budi dalam keterangan tertulis Ahad, 29 September 2019.

    Selain semakin singkatnya waktu tempuh perjalanan dan headway antar kedatangan kereta, kata dia, jumlah perjalanan LRT dalam sehari yang semula 58 perjalanan meningkat menjadi 78 perjalanan. "Ini kemajuan yang sangat intensif," tuturnya.

    Oleh karena itu, pemerintah berencana akan menambah train set pada tahun 2021 agar semakin optimal. "Jangka panjangnya kita akan maksimalkan headwaynya hanya 3 menit," ujar Budi Karya.

    Dengan peningkatan layanan operasional LRT Sumsel diharapkan bakal meningkatkan tingkat keterisian atau okupansi penumpang LRT Sumsel menjadi 60 persen. Dari awal hanya sekitar 30 persen okupansinya, lalu sekarang menjadi 40 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.