Tarif 18 Ruas Tol Akan Naik, Asosiasi Logistik Keberatan Karena..

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kendaraan melintas di ruas Tol Dalam Kota yang mengarah ke Tol Cikampek di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan 150.000 kendaraan diperkirakan akan melewati tol trans Jawa dalam sehari selama masa mudik lebaran tahun 2019.  ANTARA

    Ribuan kendaraan melintas di ruas Tol Dalam Kota yang mengarah ke Tol Cikampek di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan 150.000 kendaraan diperkirakan akan melewati tol trans Jawa dalam sehari selama masa mudik lebaran tahun 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaKetua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita memperkirakan kenaikan tarif sejumlah ruas tol akan langsung berdampak kepada biaya logistik. Khususnya, jalur tol panjang seperti Trans Jawa. "Sebelumnya saja sudah cukup memberatkan, sehingga jalur tol itu sepi dari angkutan barang," ujar Zaldy dalam pesan singkat kepada Tempo, Ahad, 29 September 2019.

    Kendati demikian, kenaikan tarif untuk jalur yang lebih pendek seperti Jakarta Outer Ring Road, tol dalam kota, dan lainnya dinilai tidak akan begitu berpengaruh kepada biaya logistik. Pada jalur ini, dampak kemacetan jauh lebih memengaruhi biaya transportasi.

    Saat ini, kata Zaldy, perusahaan logistik sangat jarang melalui jalur bebas hambatan dengan rute panjang seperti Trans Jawa. Pasalnya, penggunaan rute jalan tol bisa berimbas kenaikan sekitar 10 persen terhadap biaya transportasi, misalnya dari Jakarta ke Surabaya.

    Adapun untuk penggunaan tol rute Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, yang relatif lebih pendek, imbasnya pun tidak besar. "Maksimal 1 persen dari biaya transportasi," tutur Zaldy.

    Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit mengatakan ada 18 ruas jalan tol yang dimungkinkan untuk melakukan kenaikan tarif hingga akhir tahun ini. "Secara perjanjian pengusahaan ada beberapa ruas yang sudah emang dimungkinkan untuk dinaikan tarif, tapi kami juga melihat dinamika yang ada di masyarakat apakah waktunya sesuai untuk kenaikan tarifnya," ujar dia.

    Saat ini pengajuan kenaikan tarif yang sudah ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah untuk ruas Jakarta - Tangerang. "Itu sudah ditandatangani Pak Menteri, tapi beliau berpesan agar melihat situasi masyarakat."

    Besar kenaikan tarif tol itu nantinya akan menyesuaikan dengan inflasi masing-masing daerah. Sehingga, kenaikan tarif itu akan berbeda-beda. Danang mengatakan akan mengacu kepada data Badan Pusat Statistik.

    "Ruas-ruas yang berhak mengajukan penyesuaian tarif sesuai inflasi, semua masih sifatnya pengajuan dan melihat dinamika sosial di masyarakat," tutur Danang. Berikut adalah rincian ruas tol tersebut:

    1  Jalan Tol integrasi Jakarta - Tangerang

    2 Jalan Tol Tangerang (Cikupa)-Merak 

    3 Jalan Tol Jagorawi

    4 Jalan Tol Kertosono - Mojokerto

    5 Jalan Tol Makassar seksi IV

    6 Jalan Tol Cikampek - Palimanan

    7 Jalan Tol Gempol - Pandaan tahap I

    8 Jalan Tol Surabaya - Mojokerto 

    9 Jalan Tol Palimanan - Kanci

    10 Jalan Tol Semarang Seksi ABC

    11 Jalan Tol Dalam Kota Jakarta

    12 Jalan Tol Pondok Aren - Serpong

    13 Jalan Tol Belawan - Medan - Tanjung Morawa

    14 Jalan Tol Ujung Pandang Seksi I dan II

    15 Jalan Tol Nusa Dua - Ngurah Rai-Benoa

    16 Jalan Tol Surabaya - Gempol

    17 Jalan Tol Pasirkoja - Soreang

    18 Jalan Tol Surabaya - Gresik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.