Pertamina Genjot Program Digital di Pompa Bensin

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • General Manager Pertamina MOR III Tengku Fernanda (tengah) melayani pelanggan di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Rabu, 4 September 2019.Kegiatan ini dalam rangka Hari Pelanggan Nasional 2019 serta memberikan apresiasi kepada konsumen yang telah beralih ke penggunaan produk BBM dan LPG non subsidi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    General Manager Pertamina MOR III Tengku Fernanda (tengah) melayani pelanggan di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Rabu, 4 September 2019.Kegiatan ini dalam rangka Hari Pelanggan Nasional 2019 serta memberikan apresiasi kepada konsumen yang telah beralih ke penggunaan produk BBM dan LPG non subsidi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina menerapkan digitalisasi pompa bensin. Menurut Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid, digitalisasi dilakukan guna merespon masifnya pergerakan digitalisasi di era revolusi industri 4.0. Pertamina harus beradaptasi dengan cepat dan maksimal agar tidak menjadi ancaman bagi perkembangan bisnis ke depannya.

    "Digitalisasi SPBU menjadi jawaban dari keinginan pelanggan di era revolusi industri 4.0. Hingga saat ini, proses digitalisasi SPBU terus dikembangkan," ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu, 28 September 2019.

    Mas'ud mengungkapkan, program digitalisasi SPBU yang mulai terlihat hasilnya adalah pengimplementasian pembayaran non tunai melalui aplikasi LinkAja yang merupakan hasil kolaborasi dengan beberapa BUMN.

    "Aplikasi LinkAja menjadi alat untuk mempermudah transaksi di SPBU yang sesuai dengan era saat ini," ucapnya.

    Selain itu, Mas'ud mengungkapkan Pertamina juga mulai menyiapkan charging station di SPBU dan memproduksi baterai lithium bersama UNS sebagai jawaban gencarnya teknologi kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yang digadang-gadang sebagai kendaraan masa depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.