Tarif 18 Ruas Tol Akan Naik, Jasa Marga: Pengembalian Investasi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 2 Juli 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 2 Juli 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Aryyani mengatakan kenaikan tarif jalan tol adalah hal yang rutin dilakukan dan bukan sesuatu yang istimewa.

    "Karena memang itu pengembalian investasi yang harus dilakukan kalau enggak kan enggak bisa investasi," ujar Desi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 27 September 2019. Pasalnya, ia mengatakan saat ini pun biaya operasi jalan tol sudah naik. Kendati kenaikan itu tergantung masing-masing ruas.

    Kenaikan tarif tahun ini juga, ujar Desi, adalah implikasi karena dalam dua tahun belum naik. Justru, ia mengatakan kalau tarif itu tidak naik maka bisa melanggar undang-undang dan tidak ada pengembalian investasi.

    "Sementara bisnis jalan tol ini walaupun merupakan bisnis yang membutuhkan napas panjang karena nilainya besar, tapi semua sudah highly regulated," tuturnya.

    Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit mengatakan ada 18 ruas jalan tol yang dimungkinkan untuk melakukan kenaikan tarif hingga akhir tahun ini.

    "Secara perjanjian pengusahaan ada beberapa ruas yang sudah emang dimungkinkan untuk dinaikkan tarif, tapi kami juga melihat dinamika yang ada di masyarakat apakah waktunya sesuai untuk kenaikan tarifnya," ujar dia.

    Saat ini pengajuan kenaikan tarif yang sudah ditandatangani oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah untuk ruas Jakarta - Tangerang. "Itu sudah ditandatangani Pak Menteri, tapi beliau berpesan agar melihat situasi masyarakat."

    Besar kenaikan tarif tol itu nantinya akan menyesuaikan dengan inflasi masing-masing daerah. Sehingga, kenaikan tarif itu akan berbeda-beda. Danang mengatakan akan mengacu kepada data Badan Pusat Statistik.

    "Ruas-ruas yang berhak mengajukan penyesuaian tarif sesuai inflasi, semua masih sifatnya pengajuan dan melihat dinamika sosial di masyarakat," tutur Danang. Berikut adalah rincian ruas tol tersebut.

    1. Jalan Tol integrasi Jakarta - Tangerang
    2. Jalan Tol Tangerang (Cikupa)-Merak 
    3. Jalan Tol Jagorawi
    4. Jalan Tol Kertosono - Mojokerto
    5. Jalan Tol Makassar seksi IV
    6. Jalan Tol Cikampek - Palimanan
    7. Jalan Tol Gempol - Pandaan tahap I
    8. Jalan Tol Surabaya - Mojokerto 
    9. Jalan Tol Palimanan - Kanci
    10. Jalan Tol Semarang Seksi ABC
    11. Jalan Tol Dalam Kota Jakarta
    12. Jalan Tol Pondok Aren - Serpong
    13. Jalan Tol Belawan - Medan - Tanjung Morawa
    14. Jalan Tol Ujung Pandang Seksi I dan II
    15. Jalan Tol Nusa Dua - Ngurah Rai-Benoa
    16. Jalan Tol Surabaya - Gempol
    17. Jalan Tol Pasirkoja - Soreang
    18. Jalan Tol Surabaya - Gresik

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara