IHSG Sepekan Ini Terkoreksi dan Asing Kabur Rp 1,98 T

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tercatat mengalami koreksi sepanjang perdagangan pada pekan ini. Indeks acuan IHSG tercatat terkoreksi 0,55 persen ke level 6.196,889 dari 6.231,473 pada pekan sebelumnya.

    Bursa Efek Indonesia atau BEI juga mencatat bahwa akibat sepekan terkoreksi, nilai kapitalisasi pasar juga ikut terkoreksi sebesar 0,44 persen. Angkanya menjadi Rp 7.123,480 triliun dari sebelumnya Rp 7.155,310 pada penutupan minggu lalu.

    "Data rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami perubahan sebesar 12,02 persen menjadi Rp7,751 triliun dari Rp 8,810 triliun pada pekan sebelumnya," seperti dikutip dari rilis keterangan Bursa Efek Indonesia yang diterima Tempo, Sabtu 28 September 2019.

    Kemudian rata-rata volume transaksi harian BEI juga mencatatkan penyesuaian sebesar 2,18 persen. Tercatat, rata-rata volume transaksi menjadi 14,060 miliar unit saham dari 14,374 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

    Sedangkan, rata-rata frekuensi transaksi BEI selama sepekan ini mengalami perubahan sebesar 18,88 persen. Dari 528,906 ribu kali transaksi selama sepekan sebelumnya menjadi 429,031 ribu kali.

    Akibat koreksi ini, data RTI menunjukkan asing mencatatkan net sell atau aksi jual bersih Rp 1,98 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler RTI mencatat asing keluar dari pasar senilai Rp 1,82 triliun. Sementara di pasar negosiasi dan tunai asing kabur dengan nilai Rp 159,39 miliar.

    Merujuk RTI, tiga saham utama yang banyak dijual asing adalah saham milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. atau BBRI, PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk. atau INTP dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. atau TLKM.

    Selanjutnya, tiga saham yang justru banyak diincar oleh asing adalah saham milik PT Selamat Sampurna Tbk. atau SMSM, PT Gunung Raja Paksi Tbk. atau GGRP dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGAS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.