Amerika Keluarkan Data Ekonomi Terbaru, Dolar AS Melemah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, New York -  Kurs dolar AS sedikit melemah terhadap sekeranjang mata uang utamanya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Hal ini karena para pedagang mencerna sejumlah data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Penghasilan pribadi AS meningkat 0,4 persen pada Agustus, Biro Analisis Ekonomi melaporkan pada Jumat, 27 September 2019.

    Pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE, metrik utama pengeluaran rumah tangga naik 0,1 persen, yang melibatkan peningkatan pengeluaran untuk barang-barang. Terutama untuk barang dan kendaraan rekreasi, serta penurunan dalam pengeluaran untuk jasa-jasa, terutama untuk layanan makanan dan akomodasi.

    Sementara itu, pesanan baru untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi pada Agustus naik 0,2 persen, menandai pertumbuhan bulanan ketiga berturut-turut, kata Biro Sensus AS. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, mundur tipis 0,04 persen menjadi 99,0999 pada akhir perdagangan.

    Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0941 dolar AS dari 1,0928 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2290 dolar AS dari 1,2330 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6761 dolar AS dari 0,6753 dolar AS.

    Dolar AS dibeli 107,82 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,80 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9902 franc Swiss dari 0,9930 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3245 dolar Kanada dari 1,3262 dolar Kanada.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.