Wakili Jokowi, Thomas Lembong Ajak Investor ke ASEAN

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) didampingi Seskab Pramono Anung (kanan), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kanan) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong (kiri) menerima pimpinan Hyundai Motors Group di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019. Pertemuan tersebut membahas rencana investasi Hyundai Motors Group di Indonesia. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) didampingi Seskab Pramono Anung (kanan), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kanan) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong (kiri) menerima pimpinan Hyundai Motors Group di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019. Pertemuan tersebut membahas rencana investasi Hyundai Motors Group di Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan tiga alasan mengapa dunia usaha internasional harus memprioritaskan untuk berinvestasi di ASEAN.

    Hal itu diungkap Thomas Lembong saat menjadi pembicara kunci pada The 20th World Knowledge Forum (WKF) di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 26 September 2019 mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Dalam sesi eksklusif Yulchon, Your Business Belongs to Asia: Where and Why to Invest in the Region, Thomas Lembong menjabarkan tiga alasan tersebut yakni pertumbuhan ekonomi, tingkat kemajuan masyarakat, dan gaya hidup.

    "Pertama-tama setiap negara ASEAN diprediksi akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di masa mendatang. Dengan kombinasi skala jumlah populasi yang sangat besar dan pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi dalam kondisi ketidakpastian perekonomian dunia saat ini, peluang bisnis di ASEAN masih sangat menjanjikan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 27 September 2019.

    Peluang lainnya, lanjut Thomas Lembong, adalah tingkat kemajuan masyarakat di setiap negara ASEAN berada di posisi yang sangat tepat.

    "Maksudnya adalah negara-negara tersebut tidak dalam posisi terlalu modern dan juga tidak tertinggal, sehingga masih banyak ruang untuk tumbuh dan peluang bisnis yang dapat dikembangkan," ujar Tom Lembong, nama panggilan Thomas Lembong.

    Poin terakhir yang menjadi daya tarik negara ASEAN, menurut dia, adalah gaya hidup masyarakatnya yang menyenangkan.

    Thomas Lembong pun mengajak peserta untuk melihat tidak sekedar angka-angka perekonomian seperti Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB), namun juga penting mempertimbangkan level of happiness (tingkat kebahagiaan) dan generousity (kebaikan) sebuah negara yang dapat menjadi salah satu faktor pendorong tumbuh kembangnya perekonomian.

    "ASEAN merupakan surga di wilayah tropis. Setiap negaranya memiliki karakter beragam, toleransi tinggi, sangat terbuka dengan kemajuan, serta memiliki semangat positif dalam kehidupan. Semakin banyak penduduk muda yang menyadari pentingnya memiliki mental menjalankan hidup yang penuh arti," kata Thomas Lembong.

    Dalam sesi tersebut, turut hadir pembicara lain dari EDB Singapore, Perwakilan Negara Vietnam dan Yulchon LLC yang pada dasarnya menyampaikan beberapa fakta dan perbandingan indikator dari negara-negara ASEAN serta karakteristik investasi dan perekonomiannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.