Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

ASEAN Punya Daya Tarik, Ini 3 Alasan Dunia Harus Investasi

Reporter

image-gnews
Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi salah satu penggerak tumbuhnya Toko Bebas Bea di Indonesia.
Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi salah satu penggerak tumbuhnya Toko Bebas Bea di Indonesia.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM Thomas Lembong mengungkapkan tiga alasan dunia usaha internasional harus memprioritaskan untuk berinvestasi di ASEAN. Hal itu diungkap Thomas Lembong saat menjadi pembicara kunci pada The 20th World Knowledge Forum (WKF) di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 26 September 2019, mewakili Presiden Joko Widodo.

Dalam sesi eksklusif Yulchon, Your Business Belongs to Asia: Where and Why to Invest in the Region, Thomas Lembong  menjabarkan tiga alasan tersebut yakni pertumbuhan ekonomi, tingkat kemajuan masyarakat, dan gaya hidup.

"Pertama-tama setiap negara ASEAN diprediksi akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di masa mendatang. Dengan kombinasi skala jumlah populasi yang sangat besar dan pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi dalam kondisi ketidakpastian perekonomian dunia saat ini, peluang bisnis di ASEAN masih sangat menjanjikan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 27 September 2019.

Peluang lainnya, lanjut Thomas Lembong, adalah tingkat kemajuan masyarakat di setiap negara ASEAN berada di posisi yang sangat tepat. "Maksudnya adalah negara-negara tersebut tidak dalam posisi terlalu modern dan juga tidak tertinggal, sehingga masih banyak ruang untuk tumbuh dan peluang bisnis yang dapat dikembangkan," ujar Tom Lembong, sapaan Thomas Lembong.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Poin terakhir yang menjadi daya tarik negara ASEAN, menurut dia, adalah gaya hidup masyarakatnya yang menyenangkan. Thomas Lembong pun mengajak peserta untuk melihat tidak sekedar angka-angka perekonomian seperti Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB), namun juga penting mempertimbangkan level of happiness (tingkat kebahagiaan) dan generousity (kebaikan) sebuah negara yang dapat menjadi salah satu faktor pendorong tumbuh kembangnya perekonomian.

"ASEAN merupakan surga di wilayah tropis. Setiap negaranya memiliki karakter beragam, toleransi tinggi, sangat terbuka dengan kemajuan, serta memiliki semangat positif dalam kehidupan. Semakin banyak penduduk muda yang menyadari pentingnya memiliki mental menjalankan hidup yang penuh arti," kata Thomas Lembong.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI Terlilit Pinjol, Begini Kata OJK

14 jam lalu

Ilustrasi kripto. Pexels/Alesia Kozik
Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI Terlilit Pinjol, Begini Kata OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara perihal pelaku pembunuhan mahasiswa UI atau Universitas Indonesia yang terlilit pinjaman online alias Pinjol.


Vietjet Air Buka Rute Penerbangan Jakarta-Ho Chi Minh, Bos Kadin Bicara Potensi Kerja Sama RI-Vietnam

18 jam lalu

Maskapai Vietnam, VietJet Air, yang pernah trending karena busana pramugarinya yang berbikini, kini akan membuka rute baru ke Indonesia.
Vietjet Air Buka Rute Penerbangan Jakarta-Ho Chi Minh, Bos Kadin Bicara Potensi Kerja Sama RI-Vietnam

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menjelaskan soal potensi kerja sama Indonesia-Vietnam setelah Vietjet Air membuka rute langsung penerbangan Jakarta-Kota Ho Chi Minh.


Ma'ruf Amin Sebut IKN Bisa jadi Magnet Pertumbuhan: Meningkatkan Investasi dan Mengurangi Kesenjangan

1 hari lalu

Suasana proyek pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa, 30 Mei 2023. Progres pembangunan IKN Nusantara secara keseluruhan hingga saat ini telah mencapai 29,45 persen. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Ma'ruf Amin Sebut IKN Bisa jadi Magnet Pertumbuhan: Meningkatkan Investasi dan Mengurangi Kesenjangan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin optimistis IKN Nusantara bakal menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru dan mendorong arus perdagangan di Kalimantan Timur.


Jack Ma Pulang Kampung dan Beralih ke Sektor Pertanian

1 hari lalu

Jack Ma, pendiri Alibaba Group tiba di KTT
Jack Ma Pulang Kampung dan Beralih ke Sektor Pertanian

Pendiri Alibaba Group, Jack Ma diketahui telah pulang ke kampung halaman di Hangzhou, Cina dan memulai bisnis di industri pertanian.


DPR RI Ajukan 6 Poin Strategis untuk Draf Resolusi AIPA ke-44

1 hari lalu

Anggota DPR RI Fadli Zon. Foto : Dok/Man
DPR RI Ajukan 6 Poin Strategis untuk Draf Resolusi AIPA ke-44

Saat ini setiap kawasan, tak terkecuali ASEAN, dihadapkan pada fenomena shifting paradigm


Forum ASEAN di Yogya: Desa Wisata Butuh Dukungan Sektor Digital

2 hari lalu

Forum ASEAN di Yogya turut menyoroti persoalan desa wisata yang lokasinyanya berada di pinggiran, Kamis (3/8). Dok.istimewa
Forum ASEAN di Yogya: Desa Wisata Butuh Dukungan Sektor Digital

Di Yogyakartai, banyak desa wisata memiliki berbagai produk terutama kerajinan berkualitas. Mulai dari batik hingga yang memanfaatkan bahan alam.


CSIS Sebut Dana Hibah JETP Terlalu Kecil dan Berpotensi Bebani APBN

3 hari lalu

Minimnya dana hibah dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP) dikhawatirkan bakal mengganggu rencana transisi energi Indonesia
CSIS Sebut Dana Hibah JETP Terlalu Kecil dan Berpotensi Bebani APBN

Peneliti Centre For Strategic and International Studies (CSIS) Novia Xu menyebut dana Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk transisi energi Indonesia terlalu rendah.


Rupiah Melemah, Ekonom: Mata Uang Negara Berkembang di Asean Alami Tekanan yang Sama

3 hari lalu

Ilustrasi rupiah. Pexels/Ahsanjaya
Rupiah Melemah, Ekonom: Mata Uang Negara Berkembang di Asean Alami Tekanan yang Sama

Pada penutupan perdagangan hari, rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,07 persen atau 11 poin menjadi Rp15.186 per dolar AS


KPK Duga Rafael Alun Investasi di Garuda Indonesia, Dirut Irfan Setiaputra Buka Suara

3 hari lalu

Mantan pejabat eselon III kabag umum Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Selatan II, Rafael Alun Trisambodo, seusai menjalani pemeriksaan lanjutan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 13 Juli 2023. Rafael Alun Trisambodo, diperiksa sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi sebesar USDollar 90.000 atau yang mewakilinya terkait pemeriksaan perpajakan pada Dirjen Pajak Kementerian Keuangan RI. TEMPO/Imam Sukamto
KPK Duga Rafael Alun Investasi di Garuda Indonesia, Dirut Irfan Setiaputra Buka Suara

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menanggapi informasi dugaan Rafael Alun Trisambodo berinvestasi di perusahaan yang dipimpinnya.


Terpopuler: Alasan Elon Musk Lebih Tertarik Investasi di Australia daripada Indonesia, Seleksi CPNS 2023 Segera Dibuka?

3 hari lalu

Elon Musk yang merupakan pemilik dari perusahaan SpaceX dan Tesla, menempati posisi pertama dalam daftar orang terkaya di dunia tahun 2022 versi Forbes. Ia bahkan baru saja membeli Twitter. Elon Musk kembali menjadi orang terkaya di dunia nomor 1 dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 219 miliar. NTB/Carina Johansen via REUTERS
Terpopuler: Alasan Elon Musk Lebih Tertarik Investasi di Australia daripada Indonesia, Seleksi CPNS 2023 Segera Dibuka?

Founder National Battery Research Institute Evvy Kartini mengatakan CEO Tesla, Elon Musk, lebih tertarik investasi di Australia daripada di Indonesia.