Harga Bawang Merah Anjlok, Petani: Sudah Dua Bulan Nggak Naik

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bea Cukai Kuala Langsa memusnahkan barang bukti hasil penindakan berupa 3.000 karung bawang merah pada Jumat, 30 Agustus 2019.

    Bea Cukai Kuala Langsa memusnahkan barang bukti hasil penindakan berupa 3.000 karung bawang merah pada Jumat, 30 Agustus 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari meminta Bulog menerap stok bawang merah yang kini melimpah. Akibat kelebihan pasokan, harga bawang merah terus anjlok. “Sudah dua bulan harga enggak naik-naik,” ujarnya beberapa waktu lalu.

    Dia menuturkan harga bawang merah di petani saat ini senilai Rp 11.500 per kg, sedangkan harga acuan pembelian di petani harusnya di atas Rp 13.800 per kg. Sementara itu, harga normal agar petani mendapat untung setidaknya Rp18.500 per kg.

    Harga yang rendah ini diprediksi akan berlangsung hingga November 2019 atau saat memasuki musim penghujan. Juwari menjelaskan penurunan harga akibat melimpahnya hasil produksi bawang merah merupakan pola tahunan.

    Periode Juni—Agustus dianggap sebagai periode terbaik untuk penanaman karena faktor musim yang menjanjikan produktivitas lebih tinggi. Namun, menurutnya, penurunan harga kali ini ini lebih dalam dibandingkan tahun sebelumnya karena jumlah produksi secara nasional meningkat. Dia mengatakan, produksi meningkat tinggi di sejumlah daerah di luar Brebes.

    Sementara itu, Kementerian Pertanian tengah mendata dan menyiapkan pengaturan pola tanam bawang merah di berbagai daerah untuk menstabilkan harga dan pasokan komoditas hortikultura itu.

    Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto. "Kami siapkan data dan informasinya terkait pola tanamnya ini. Kita buat petanya untuk kabupaten seluruh Indonesia,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.