KAI Kucurkan Rp 85 Miliar Bangun Hotel Bintang 4 di Bandung

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Stasiun Cilebut pasca kereta anjlok di perlintasan Kebon Pedes di Bogor, Ahad, 10 Maret 2019. Proses evakuasi KRL ini menunggu kereta penolong dari Bandung. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Suasana di Stasiun Cilebut pasca kereta anjlok di perlintasan Kebon Pedes di Bogor, Ahad, 10 Maret 2019. Proses evakuasi KRL ini menunggu kereta penolong dari Bandung. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - PT KA Properti, anak perusahaan PT KAI (Persero), akan membangun KAI Boutique Hotel di Kota Bandung. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro mengatakan hotel ini dibangun karena melihat peluang banyaknya wisatawan dan pebisnis yang menjadikan Kota Bandung sebagai tujuan berkunjungnya.

    Dengan target pembangunan selama 18 bulan, KAI Boutique Hotel akan berlokasi di Jalan Cihampelas Nomor 91. Cihampelas dipilih karena merupakan kawasan bisnis dan wisata terpadu yang strategis. Lokasi hotel ini dekat dengan beberapa tempat populer seperti Gedung Sate, Jalan Braga, Lembang dan Alun-alun.

    “Kami bukan hanya menawarkan akomodasi saja, tapi juga pengalaman menginap yang berbeda. Nantinya, tamu bisa menginap di tempat yang kental dengan nuansa kereta apinya. Ini yang menjadi keunikan hotel kami,” ujar Edi, Jumat, 27 September 2019.

    Edi menambahkan, dengan nilai investasi sekitar Rp 85 miliar, KAI Boutique Hotel diharapkan bisa jadi tempat menginap favorit bagi para tamu.

    Sementara itu, Direktur Utama PT KA Properti Manajemen, Dwiyana Slamet Riyadi memaparkan KAI Boutique Hotel akan hadir sebagai hotel yang setara dengan bintang 4, nuansa tematik serta fasilitas lengkap.

    Hotel ini akan memiliki 100 kamar dengan dua tipe, yaitu Executive dan Suite. Selain itu, hotel ini juga akan dilengkapi dengan kolam renang, tiga ruang pertemuan, satu board room, rooftop, restoran dan room spa. Setiap kamarnya akan dilengkapi dengan TV LED, AC, WIFI, shower, rak penyimpanan, kamar mandi dan amenitas lainnya.

    “Nantinya, wisatawan atau pebisnis bisa pesan kereta sekaligus hotelnya lewat KAI Access. Ini akan lebih mempermudah mereka,” ujar Dwiyana.

    Ditengah maraknya bisnis perhotelan di Kota Bandung, Dwiyana tetap optimis bisa mencapai okupansi sebesar 60 persen di masa pembukaan hotel. Selanjutnya, okupansi ini diharapkan akan terus naik menjadi 80 persen hingga 100 persen di akhir pekan.

    Untuk kedepannya, ujar Dwiyana, hotel-hotel serupa akan dibangun di kota-kota lainnya. Salah satu kota yang sudah direncakan pembangunannya adalah Batu, Malang. Karena lokasi Batu yang banyak dikunjungi wisatawan keluarga, maka akomodasi yang dibangun rencananya akan berupa resort.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.