Anak Usaha Krakatau Steel Pasok Pipa Panjang Proyek Pertamina

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembuatan baja di Pabrik Krakatau Steel, Cilegon, Banten, 26 November 2014.  PT Krakatau Steel resmi memiliki pabrik pipa baja, melalui anak usahanya PT KHI Pipe Industry. TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pembuatan baja di Pabrik Krakatau Steel, Cilegon, Banten, 26 November 2014. PT Krakatau Steel resmi memiliki pabrik pipa baja, melalui anak usahanya PT KHI Pipe Industry. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. yang memproduksi pipa PT KHI Pipe Industries kirim pipa pancang untuk untuk Proyek Pembangunan Jetty Sulfur RDMP milik PT Pertamina di Balikpapan.

    Direktur utama PT KHI Jati Santiono menyatakan, pipa yang dikirim adalah pipa spesifikasi ASTM A252 dengan dimensi 1016 mm x 19 mm dan panjang 55 meter yang masing-masing akan menggunakan lapisan 3LPE (three layer polyethylene).

    Pengiriman pipa tahap pertama telah selesai pada minggu lalu, saat ini sedang memasuki persiapan untuk pengiriman tahap kedua. “Total jumlah yang dikirim adalah 3.600 ton dengan panjang pipa masing-masing 55 meter," kata Jati dalam keterangan yang diterima, Kamis, 26 September 2019.

    Jati menuturkan pipa sepanjang 55 meter ini dikirim langsung dari pabrik KHI menuju pelabuhan dalam kondisi panjang pipa utuh. Pipa ini lebih panjang dari yang pernah kita kirim sebelumnya yakni sepanjang 53 meter.

    Pengiriman pipa panjang tersebut turut menjawab tantangan bisnis sebagai pabrikan pipa baja yang handal dimana dengan pengiriman pipa secara langsung dapat melakukan efisiensi waktu dan biaya. Dengan tetap mengutamakan keselamatan, dalam proses pengiriman ini KHI menggunakan trailer dan boogie.

    Melakukan pengiriman pipa panjang juga merupakan salah satu keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan, mengingat lokasi KHI yang berdekatan dengan pelabuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.