BMKG: Musim Kemarau Berlangsung Hingga Pertengahan November

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi tanah retak di tepi waduk Tirtomarto Delingan yang mengalami penyusutan di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin, 28 Juli 2019. Waduk tersebut mulai mengalami penyusutan debit air akibat datangnya musim kemarau. Foto: Bram Selo Agung

    Kondisi tanah retak di tepi waduk Tirtomarto Delingan yang mengalami penyusutan di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin, 28 Juli 2019. Waduk tersebut mulai mengalami penyusutan debit air akibat datangnya musim kemarau. Foto: Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Tanah Air masih akan berlangsung hingga awal Oktober atau pertengahan November 2019. "Musim kemarau masih berlangsung hingga pertengahan November, awal Oktober," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo, Kamis, 26 September 2019. "Namun di beberapa wilayah saat ini sudah masuk masa transisi ke musim penghujan."

    Mulyono dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat dengan tema "Antisipasi Karhutla Berlanjut", itu menyebutkan musim hujan datang Indonesia dengan waktu yang tidak bersamaan karena wilayah Indonesia sangat luas.

    Musim hujan umumnya merambat dari Sumatra bagian utara, tengah, selatan, lalu ke Kalimantan, kemudian Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan terakhir di Nusa Tenggara Timur. "Dengan kata lain wilayah yang mengalami kemarau terpanjang di NTT," tuturnya.

    Selain luasnya wilayah Indonesia, perbedaan lamanya musim kemarau juga tergantung letak geografis di wilayah tersebut. Tak jarang, satu daerah dengan daerah lain dalam satu provinsi juga bisa memiliki masa peralihan yang berbeda.

    Dari posisi yang ada, kata Mulyono, kebetulan Sumatera ini timurnya terlindungi Semenanjung Malaysia dan memberikan pengaruh terhadap iklimnya. "Untuk waktu tertentu, bagian barat pada umumnya lebih basah daripada timur. Meski satu Provinsi Riau, tapi bagian tengah lebih basah daripada timur. Letak geografis ini membuat karakteristik Riau barat dan timur berbeda," ucapnya.

    Sementara untuk puncak musim hujan, BMKG memprediksi pada umumnya akan terjadi pada Januari dan Februari, di mana di beberapa tempat, seperti di Sumatera bagian barat cenderung akan terjadi lebih awal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.