Yusuf Mansur: BRI Incar 10 Persen Saham Paytren

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Yusuf Mansur mengunggah video yang menceritakan kondisi Arifin Ilham saat dijenguknya. Dalam unggahannya dia membantah kabar hoax kematian Arifin Ilham dan meminta doa agar pendakwah ini segera diberi kesembuhan. Instagram/@Yusufman

    Ustad Yusuf Mansur mengunggah video yang menceritakan kondisi Arifin Ilham saat dijenguknya. Dalam unggahannya dia membantah kabar hoax kematian Arifin Ilham dan meminta doa agar pendakwah ini segera diberi kesembuhan. Instagram/@Yusufman

    TEMPO.CO, Jakarta - Yusuf Mansur menyatakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI telah mengincar sekitar 10 persen saham perusahaan layanan keuangan digital Paytren.

    Proses pembelian PT Veritra Sentosa Internasional yang menaungi Paytren dan didirikan oleh Yusuf Mansur ini sudah mendapat lampu hijau dari Bank Indonesia. Saat ini kedua perusahaan sedang dalam proses uji tuntas atau due dilligence. “Yang dijual tidak banyak, 5 persen sampai maksimum 10 persen. Tidak sampai 25 persen,” kata Yusuf, pekan lalu.

    Yusuf menyebutkan, selanjutnya BRI akan memiliki ruang untuk menambah modal di Paytren. “Ketika Paytren diperbaiki dan diperbesar, nanti 6 bulan (BRI) review. Naik lagi sahamnya, dia beli lagi nanti next round."

    Tapi Yusuf tak menyebutkan soal batas waktu uji tuntas tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa prosesnya cukup memakan waktu karena ada sejumlah kewajiban yang harus dilengkapi oleh Paytren.

    Namun, kata Yusuf, selanjutnya hal itu akan menjadi modal bagi perusahaan untuk mencari investor lain. Saat berita ini diturunkan, manajemen BRI belum memberikan keterangan. 

    Bank Indonesia sebelumnya pernah menyatakan bahwa Paytren tidak boleh dilepas hingga 5 tahun ke depan. Namun, nyatanya diperbolehkan asal dalam prosesnya bank sentral terlibat. "Ketika saya lapor tentang BRI, mereka respons bagus banget. Karena jaringan mereka (BRI) ada di mana-mana dan punya satelit sendiri,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.