Bandara Pattimura Tetap Beroperasi Pasca Gempa Ambon 6,8 SR

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atap bangunan pada ruang tunggu gate 1 bandara Pattimura ambruk saat diguncang gempa pada Selasa malam, 31 Oktober 2017. TEMPO/Khairiyah Fitri

    Atap bangunan pada ruang tunggu gate 1 bandara Pattimura ambruk saat diguncang gempa pada Selasa malam, 31 Oktober 2017. TEMPO/Khairiyah Fitri

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) memastikan Bandara Pattimura, Ambon tetap beroperasi secara normal setelah diguncang gempa 6,8 skala richter (SR). Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan mengatakan, penerbangan  dari dan menuju  bandara tersebut tetap berjalan, dan tidak ada kerusakan yang berarti.

    "Penerbangan dari dan menuju Bandara Pattimura juga masih berlangsung normal atau sesuai jadwal. Tidak ada kerusakan pada fasilitas bandara, baik pada area landside maupun airside. Hingga pukul 10.48 WIT, diidentifikasi hanya terdapat sedikit keretakan di bagian depan gedung pemadam kebakaran dan di ruangan pantau," kata Handy melalui keterangan tertulis, Kamis, 26 September 2019.

    Handy menuturkan, pengelola dan pemangku kebijakan bandara, akan senantiasa menjaga keselamatan dan keamanan pengguna jasa. Mereka berkoordinasi ketat untuk mengimplementasikan prosedur keselamatan dan keamanan di Bandara Pattimura.

    PT Angkasa Pura I mengimbau, seluruh penumpang yang akan terbang dari dan menuju Ambon agar selalu memantau status penerbangannya. "Penumpang bisa mengupdate melalui pihak maskapai atau dapat mengikuti perkembangan status operasional bandara terkini dengan menghubungi layanan Contact Center Angkasa Pura I di nomor 172 atau Twitter @AngkasaPura172," ujar Handy.

    Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan magnitudo 6,8 mengguncang Ambon dan sekitarnya pada Kamis, 26 September 2019, sekitar pukul 08:46 WIT.

    Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer arah 3,38 LS-128,43 BT berjarak 40 kilometer timur laut Ambon, Maluku.

    Kemudian tak lama terjadi gempa susulan pada pukul 09.39 WIT dengan kekuatan magnitudo 5,6 dengan pusat gempa ada di kedalaman 10 kilometer di bawah laut dan berjarak 18 kilometer sebelah timur laut Ambon.

    Gempa ini membuat warga kota panik dan ribuan orang dari dalam kota mengungsi ke tempat-tempat tinggi meski pun  BMKG melaporkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.