Demonstrasi di Berbagai Daerah, Aprindo: Mal Masih Buka, tapi..

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mall Senayan City. Situs Senayan City

    Mall Senayan City. Situs Senayan City

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo Tutum Rahanta mengatakan demonstrasi massa yang berlangsung beberapa hari ini memberikan dampak pada toko atau para pengusaha ritel. Namun, kata dia, dampaknya hanya di regional wilayah, di area demo tersebut berlangsung.

    "Kami menjaga, berhati-hati, tapi ga mungkin kami tutup toko, kecuali yang langsung bersentuhan. Buktinya mal-mal kemarin ga ada yang tutup," kata Tutum di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kamis, 26 September 2019.

    Kendati begitu, kata dia, memang mungkin terjadi penurunan pengujung saat demo berlangsung. "Kemacetan, bukan hanya ketakutan saja, kemacetan juga bikin orang enggan keluar. Ada yang sifatnya direct ada yang tidak," ujarnya.

    Dampak langsung yang dia maksud seperti hilangnya omzet di toko atau kafe yang biasa untuk dijadikan meeting point. Tapi kata dia, untuk toko fashion hal itu tidak terjadi.

    "Kalau hari ini tidak mau belanja baju, tapi suka dengan toko itu, pasti besok kembali. Itu bisa diulang, tapi meeting point itu yang totaly loss," kata Tutum.

    Namun, dia belum bisa memastikan berapa penurunan yang terjadi. "Tapi penurunan pasti terjadi pada FnB yg biasa jadi meeting point orang-orang," tegasnya.

    Selama tiga hari ini gelombang unjuk rasa terjadi di Jakarta. Demonstrasi telah dilakukan mahasiswa pada 23-24 September 2019. Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa terkait RUU KUHP dan revisi UU KPK, berujung bentrok dengan petugas keamanan.

    Demonstrasi yang diikuti pelajar pada Rabu, 25 September 2019, pun berujung bentrokan dengan aparat hingga dini hari ini. Para pelajar dengan seragam sekolah dan pramuka memulainya dengan menyerang anggota polisi. Mereka datang ke DPR RI merespons seruan 'Pergerakan STM Se-Jabodetabek' usai dua hari demonstrasi mahasiswa terkait RUU KUHP dan revisi UU KPK.  

    Kalangan pro reformasi menyarankan, Presiden Jokowi mesti memahami keresahan generasi milineal dan pihak yang  pro KPK untuk mengatasi demonstrasi. Pemerintah seharusnya tidak nekat, Jokowi perlu meniru cara SBY ketika  mengatasi hal serupa.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.