Jalur Rel Kereta Api Borobudur-Parangtritis Masuk RTRW Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Double-Double Track di Cipinang, 22 Desember 2017. Rel kereta ini untuk memisahkan jalur lintasan KRL Jakarta-Cikarang dengan lintasan antar kota itu ditargetkan rampung pada awal 2019. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Double-Double Track di Cipinang, 22 Desember 2017. Rel kereta ini untuk memisahkan jalur lintasan KRL Jakarta-Cikarang dengan lintasan antar kota itu ditargetkan rampung pada awal 2019. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, YOGYAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun jalur kereta api Yogyakarta-Borobudur pada 2021. Dalam jangka panjang, pembangunan rel kereta api  rencananya mencapai Parangtritis. 

    Sekertaris daerah DIY Gatot Saptadi mengatakan jalur rel kereta api Borobudur-Jogja-Parangtritis memang masuk dalam RTRW (rencana tata ruang dan wilayah) DIY. Jalur tersebut, kata dia, membujur dari jalur Utara ke Selatan. "Ada dalam RTRW, utara selatan sampai Parangtritis, itu ada. Cuma jalurnya di mana tidak tahu," kata dia, seperti dilansir Bisnis.com, Kamis 26 September 2019.

    Menurut Gatot, ada dua jalur yang direncanakan. Pertama reaktivasi jalur lama, dan kedua membuat jalur baru. Jika Dirjen Perkeretaapian ingin bernostalgia, katanya, maka reaktivasi bisa diambil. Hanya saja, ongkosnya dinilai lebih mahal karena sebagian besar jalur kereta yang nama sudah digunakan untuk pemukiman.

    "Rel di jalur lama sudah banyak yang hilang. Di Sleman sudah habis semua. Sebagian masih bisa digunakan, seperti Palbapang," katanya.

    Jika ingin membangun jalur baru, kata Gatot, maka prosesnya harus dilakukan sejak awal. Mulai dari pengajuan dokumen perencanaan, pengajuan izin penetapan lokasi (IPL) hingga pembebasan lahan yang akan digunakan.

    "Ya itu konsekuensinya. Seingat saya nanti (rel) dibangun elevated. Tinggal kebijakan pemerintah yang diambil yang mana," ujar Gatot.

    Sekadar diketahui, berdasarkan Pergub No.8/2017 terkait rencana induk perkeretaapian 2017-2036, ada tiga jalur kereta dari Borobudur yang akan menjadi prioritas pengembangan ketika masuk wilayah DIY. Ketiga jalur tersebut meliputi, jalur Bandara Kulonprogo-Brambanan, Jalur Bandara Kulonprogo-Parangtritis dan Jalur Borobudur-Samas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.