Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

GAPMMI Catat Ada 1,6 Juta Pengusaha Belum Punya Sertifikat Halal

image-gnews
Pelaku usahaindustri kecil dan menengah menerima Sertifikat Halal di Bale Asri Pusdai Jabar, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 20 September 2017. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar membagikan 750 sertifikat halal bagi pelaku usaha di 27 kabupaten dan kota guna mendorong kesadaran mereka akan pentingnya sertifikasi dan standardisasi produk dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). ANTARA FOTO/Agus Bebeng
Pelaku usahaindustri kecil dan menengah menerima Sertifikat Halal di Bale Asri Pusdai Jabar, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 20 September 2017. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar membagikan 750 sertifikat halal bagi pelaku usaha di 27 kabupaten dan kota guna mendorong kesadaran mereka akan pentingnya sertifikasi dan standardisasi produk dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). ANTARA FOTO/Agus Bebeng
Iklan

Tempo.Co Jakarta - Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Rachmat Hidayat menanyakan kesiapan pemerintah menjelang mandatori sertifikat halal pada 17 Oktober 2019. Sebabnya, dalam waktu yang tersisa tiga pekan lagi, ada 1,6 juta pelaku usaha makanan dan minuman yang belum mengantongi sertifikat halal.

"Terbayang betapa panjang antrean dan betapa luas cakupannya. Karena ini barang dan jasa, artinya juga warung rumah makan, kantin, hingga katering, ini akan pengaruhi suplai chain makanan dan minuman olahan," ujar Rachmat dalam diskusi di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, Rabu, 26 September 2019.

Apalagi apabila melihat rekam jejak Majelis Ulama Indonesia yang dalam 30 tahun terakhir baru menyertifikasi 11 ribu pelaku usaha lintas sektoral dengan dibantu oleh hanya 1.500 auditor halal. Sehingga, dengan adanya jutaan pelaku makanan dan minuman, ia membayangkan perlunya ada tambahan auditor untuk mendukung kebijakan itu.

Rachmat mengapresiasi keputusan pemerintah yang memberikan kelonggaran berupa percobaan mandatori sertifikat halal makanan minuman selama lima tahun hingga 2024. "Jadi kami berharap pemerintah bisa berlari kencang."

Belum lagi, Rachmat mengatakan mendapat sertifikat halal itu tidak mudah. Sebab, makanan dan minuman harus bisa dipastikan keamanannya alias toyyiban atau food safety. Artinya makanan minuman tidak boleh beracun maupun berbahaya.

"Keamanan pangan di Indonesia ini PR-nya besar sekali," ujar Rachmat. Jadi, sangat mungkin ketika pelaku makanan da minuman mengajukan sertifikasi halal namun tidak langsung lolos, lantaran harus melakukan perbaikan. Dengan jutaan pelaku itu, ia meyakini proses sertifikasi akan semakin kompleks.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di samping persoalan antrean, ia juga menyoroti soal biaya yang mesti dikeluarkan pelaku usaha bila hendak melakukan sertifikasi halal. Sebab, selama ini Rachmat menilai sertifikasi halal itu tidak murah. "Biayanya bisa berjuta-juta."

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikat Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Matsuki mengatakan waktu sertifikasi nantinya beragam tergantung dengan produk yang disertifikasi. Namun, ia mengatakan beleid yang ada memberi waktu kepada BPJPH selama maksimal 62 hari untuk menyelesaikan sertifikasi.

"Pelaksanaannya harus menghitung betul karena berkenaan dengan pelayanan publik, kecepatan, ketepatan, dan kemudahan akses dan biaya itu sangat bergantung," ujar Matsuki. Kendati demikian, ia memastikan akan ada skema fasilitasi atau bantuan bagi pelaku UMKM dari segi biaya maupun penyelia halal untuk mendapatkan sertifikat halal tersebut.

 

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Biaya dan Cara Mengajukan Sertifikat Halal 2023 untuk Usaha

4 hari lalu

Pemerintah Tegaskan Label dan Sertifikat Halal Tetap Diwajibkan dalam Importasi Hewan.
Biaya dan Cara Mengajukan Sertifikat Halal 2023 untuk Usaha

Biaya dan cara membuat sertifikat halal 2023 untuk usaha berkisar Rp 300.000 sampai Rp 12.500.000.


Ragam Reaksi Netizen Usai Jovi Adhiguna Makan Kerupuk Babi di Restoran Halal Baso A Fung

17 hari lalu

Manajemen Bakso A Fung menyampaikan permohonan maaf dan menghancurkan peralatan makan untuk menjaga sertifikat halal usai video viral yang isinya influencer Jovi Adighuna tengah memakan bakso campur kerupuk babi di gerai Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Sumber: IG @basoafung
Ragam Reaksi Netizen Usai Jovi Adhiguna Makan Kerupuk Babi di Restoran Halal Baso A Fung

Berikut ragam reaksi netizen usai influencer Jovi Adhiguna makan kerupuk babi di sebuah restoran halal Baso A Fung beberapa hari lalu.


PT Eka Bogainti Buka Gerai HokBen ke-369 di Pangkalpinang

21 hari lalu

Suasana di dalam gerai Hokben, Buaran Plaza, Klender, Jakarta Timur pada hari pertama promo ultah, 17 April 2018. Hampir semua meja penuh terisi oleh para pengunjung yang membawa anaknya pada siang hari ini. TEMPO/Rr. Ariyani
PT Eka Bogainti Buka Gerai HokBen ke-369 di Pangkalpinang

PT Eka Bogainti yang menjalankan bisnis restoran cepat saji makanan bergaya Jepang, HokBen, resmi membuka gerainya yang ke-369 di Kota Pangkalpinang,


Begini Cara Mendapatkan Sertifikat Halal dan Prakiraan Biayanya

31 hari lalu

Pelaku usahaindustri kecil dan menengah menerima Sertifikat Halal di Bale Asri Pusdai Jabar, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 20 September 2017. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar membagikan 750 sertifikat halal bagi pelaku usaha di 27 kabupaten dan kota guna mendorong kesadaran mereka akan pentingnya sertifikasi dan standardisasi produk dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). ANTARA FOTO/Agus Bebeng
Begini Cara Mendapatkan Sertifikat Halal dan Prakiraan Biayanya

Bagaimana cara mendapatkan sertifikat halal seperti yang diperoleh Mie Gacoan belum lama ini?


Mau Bikin Steak di Rumah? Chef Bagi Saran Pemilihan Daging Sapi

50 hari lalu

Ilustrasi steak. shutterstock.com
Mau Bikin Steak di Rumah? Chef Bagi Saran Pemilihan Daging Sapi

Chef membagi tips memilih bagian daging sapi seperti sirloin atau tenderloin untuk memasak steak di rumah. Ketahui juga merek daging.


Pandemi Covid-19 Membuat Pencari Resep Semakin Banyak

58 hari lalu

Dari kiri, Brand Ambassador Momasa Dian Widayanti;  Presiden Komisaris Momasa, Dewa Eka Prayoga; CEO Momasa, Yushan Faruriza pada Peluncuran aplikasi kuliner halal Momasa pada 6 Juni 2023/Momasa
Pandemi Covid-19 Membuat Pencari Resep Semakin Banyak

Pertumbuhan para pencari resep sangat pesat. Percepatan itu sangat dipercepat oleh adanya Pandemi Covid-19.


Resep Sup Miso, Makanan Jepang yang Halal

6 Juni 2023

Ilustrasi wanita menikmati sup miso dengan kaldu. Freepik.com/Wireimage
Resep Sup Miso, Makanan Jepang yang Halal

Juru masak asal Jepang, Hideki Fujiwara, membagikan resep membuat sup miso gurih dan wangi dengan cita rasa otentik makanan Jepang, dan pasti halal.


Tips Mencari Makanan Halal di Dalam dan Luar Negeri

6 Juni 2023

Berbagai makanan halal khas Korea di Manis Kitchen, Seoul, Korea Selatan. TEMPO | Purwani Diyah Prabandari
Tips Mencari Makanan Halal di Dalam dan Luar Negeri

Berikut beberapa tips bagi kaum Muslim yang ingin menikmati makanan halal, bukan hanya di luar negeri tapi juga di dalam negeri.


Korea Selatan Targetkan Ekspor Produk Halal, Birokrasi di Indonesia jadi Tantangan

1 Juni 2023

Kantor Korea Trade Investment Promotion Agency (Kotra) di Seoul, 31 Mei 2023. Foto: TEMPO/Ahmad Faiz
Korea Selatan Targetkan Ekspor Produk Halal, Birokrasi di Indonesia jadi Tantangan

Perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan sudah berkembang 140 kali sejak hubungan diplomatik dimulai pada 1973.


Survei Populix: Logo Halal Jadi Pertimbangan Penting Konsumen Muslim di Indonesia, Terlebih Saat Ramadan

19 April 2023

Logo Halal terbaru oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. TEMPO/ Faisal Ramadhan
Survei Populix: Logo Halal Jadi Pertimbangan Penting Konsumen Muslim di Indonesia, Terlebih Saat Ramadan

Keberadaan logo halal menjadi sangat penting bagi konsumen Muslim di Indonesia ketika membeli produk makanan dan minuman.