Gantikan Malaysia, Kanada Segera Jadi Pebisnis Jalan Tol di RI

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintasi ruas jalan tol Cipali km 80, saat puncak arus balik, di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintasi ruas jalan tol Cipali km 80, saat puncak arus balik, di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar seputar rencana hengkangnya investor Malaysia, UEM Group Berhad dari jalan tol Indonesia berembus sejak Juni 2019. Isu ini akhirnya menjadi kenyataan setelah investor asal Kanada resmi mengumumkan rencana akuisisi 55 persen saham UEM di PT Lintas Marga Sedaya (LMS), operator jalan tol Cikampek—Palimanan (Cipali).

    Jika transaksi akuisisi rampung, kiprah UEM di jagat jalan tol Indonesia tamat, digantikan Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB). Namun, CPPIB tak sendiri mencaplok saham Malaysia itu, Kanada menggandeng PT Bhaskara Utama Sedaya (BUS), anak  usaha PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra) yang diakuisisi pada 2017.

    CPPIB melansir, transaksi jual beli saham diperkirakan tuntas pada kuartal IV/2019, setelah memenuhi syarat  dan ketentuan yang disepakati serta persetujuan regulator. Nantinya, CPPIB akan menguasai 45 persen saham LMS. Adapun porsi saham BUS naik menjadi 55 persen sekaligus menjadi pemegang saham mayoritas.

    CPPIB memang tidak melansir nilai akuisisi saham LMS. Namun, seperti dilansir dari Bloomberg, Khazanah, entitas induk UEM di Malaysia telah menerima penawaran US$500 juta untuk banderol saham LMS.

    Managing Director Head of Infrastructure CPPIB Scott Lawrence mengatakan bahwa akuisisi saham operator jalan tol Cipali menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan infrastruktur di Indonesia yang terus bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang pesat. Investasi di LMS juga menjadi debut CPPIB berinvestasi di sektor infrastruktur Indonesia.

    “Kami gembira berinvestasi di jalan tol Cipali bersama Astra Infra, mitra lokal yang punya pengetahuan luas dan berpengalaman. Kami berharap bisa menjalin hubungan jangka panjang yang baik antarkedua organisasi," jelasnya, seperti dilansir Bisnis, Rabu 25 September 2019.

    CPPIB bukanlah investor kelas teri. Per Juni 2019, portofolio investasi CPPIB di sektor infrastruktur mencapai 33,10 miliar dolar Kanada. Portofolio sebesar itu berasal dari beragam aset infrastruktur yang dikelola melalui sembilan kantor di seluruh dunia. CPPIB hanya menaruh uangnya di aset berskala besar.

    Niat CPPIB dan Astra Infra untuk mengakuisisi saham LMS tampaknya akan berjalan mulus. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan pihaknya sudah mengetahui ihwal akuisisi saham LMS oleh CPPIB dan Astra Infra. Menurutnya, rencana tersebut merupakan aksi korporasi biasa pada perusahaan tol yang sudah beroperasi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.