Hujan Buatan Padamkan Karhutla, BPPT: Dana Rp 2 M untuk Sepekan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau penanganan kebakaran lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau, Selasa, 17 September 2019. Jokowi juga meninjau kesiapan operasional pesawat penyemai yang hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran. ANTARA

    Presiden Joko Widodo meninjau penanganan kebakaran lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau, Selasa, 17 September 2019. Jokowi juga meninjau kesiapan operasional pesawat penyemai yang hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah dalam hal ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT melakukan upaya teknologi modifikasi cuaca (TMC) menangani kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

    Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto mengatakan hujan buatan guna memadamkan api karhutla di Sumatera dan Kalimantan dalam satu pekan telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 2 miliar. Adapun saat ini BPPT telah diberikan dana mencapai Rp 10 miliar yang akan digunakan untuk TMC.

    "Seminggu paling Rp 2 miliar, karena saya sudah dikasih Rp 10 miliar itu masih banyak," kata Seto di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa, 24 September 2019.

    Dia mengungkapkan, uang tersebut berasal dari anggaran siap pakai yang berada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. "Jadi BPPT kontrak dengan BNPB untuk melakukan kegiatan ini, anggarannya at cost," tambahnya.

    Seto menuturkan anggaran tersebut sangat murah, karena hanya digunakan untuk pengeluaran bahan bakar pesawat, lalu garam yang digunakan untuk modifikasi cuaca, dan ongkos tenaga yang menjalankan program ini. "Itu tidak besar. Kecil itu, semua kan menggunakan barang negara semua," ucapnya.

    Seto menjelaskan, dalam menangani karhutla di Sumatera dan Kalimantan, BPPT saat ini masih menggunakan empat pesawat antara lain dua pesawat Casa C-212-200 dan dua CN-295. Pesawast tersebut dioperasikan tiap hari dari pagi hingga malam hari. "Akhirnya Kalimantan bisa hujan secara signifkan besarnya 70 juta meter kubik," kata dia.

    Seto sangat optimistis dapat menyelesaikan karhutla ini dengan TMC. Ia menargetkan hingga pertengahan Oktober, kebakaran ini bisa diatasi."Pertengahan Oktober akan sudah masuk hujan-hujan alam, bahkan saya sangat optimistis menargetkan akan reda," ungkap dia.

    Sementara itu, Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Ditjen PPI KLHK, Raffles B. Panjaitan menuturkan, bahwa upaya pengendalian karhutla di seluruh Indonesia dilakukan secara terpadu."Masih ada beberapa titik api tapi sudah ditangani oleh satgas, seperti di Kalbar, Kalteng sudah ada beberapa tim. Hujan sudah menurunkan titik api," tutur Raffles.

    Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah melalui satgas untuk melakukan pemadaman di kawasan karhutla. "Di samping itu juga dilakukan upaya water bomming, patroli dan penegakan hukum kepada para pembakar baik perorangan atau pun kelompok. Agar membuat efek jera," kata Raffles.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara