IHSG Ditutup Melemah di Tengah Positifnya Bursa Saham

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore, 24 September 2019, ditutup melemah di tengah positifnya bursa saham regional Asia.

    IHSG ditutup melemah 68,59 poin atau 1,11 persen ke posisi 6.137,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 15,25 poin atau 1,56 persen menjadi 961,53.

    Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta, Selasa, mengatakan, faktor terpenting dalam pelemahan IHSG itu antara lain karena minimnya sentimen positif dari domestik dan belum terdapat data makroekonomi domestik yang memberikan dampak positif yang besar bagi IHSG.

    "Faktor lainnya yaitu pasar menunggu kepastian negosiasi perdagangan bilateral antara AS dengan Cina, meningkatnya sentimen no-deal Brexit, meningkatnya sentimen negatif dari aksi demonstrasi di Hong Kong, serta memanasnya hubungan antara AS dengan Iran perihal serangan drone yang dilancarkan kelompok pemberontak Houthi terhadap instalasi minyak milik Aramco di Arab Saudi," ujar Nafan.

    Dibuka melemah, IHSG menghabiskan waktu di teritori negatif sepanjang hari hingga penutupan perdagangan saham.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp 773,35 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 446.834 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,02 miliar lembar saham senilai Rp 7,97 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 327 saham menurun, dan 128 saham tidak bergerak nilainya.

    Jika IHSG melemah, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 19,75 poin (0,09 persen) ke 22.098,84, indeks Hang Seng menguat 58,6 poin atau 0,22 persen ke 26.281, dan indeks Straits Times menguat 12,22 poin (0,39 persen) ke posisi 3.155,46.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.