Lengkapi Jaringan Tol di Jawa, PUPR Akan Bangun Ruas Tol Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara terowongan kembar Jalan Tol Cisumdawu di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu 8 September 2019. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Danang Parikesit menargetkan Jalan Tol Cisumdawu yang memiliki panjang 60 KM tersebut rampung di akhir 2020. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Foto udara terowongan kembar Jalan Tol Cisumdawu di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu 8 September 2019. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Danang Parikesit menargetkan Jalan Tol Cisumdawu yang memiliki panjang 60 KM tersebut rampung di akhir 2020. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta -Proyek pengusahaan jalan tol Semarang—Demak rencananya dilanjutkan hingga ke Tuban dan Gresik, Jawa Timur.

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun jalur-jalur penghubung ruas tol. Dengan demikian Pulau Jawa akan memiliki jaringan tol yang lengkap dan terkoneksi.

    Menteri Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa jalur-jalur sirip juga dibutuhkan agar konektivitas antardaerah semakin luas. "Kami pasti juga akan butuh yang sirip-siripnya, misalnya, dari Cirebon ke Purwokerto. Tahun ini juga akan kami lelang dari Cigatas [Ciawi—Garut—Tasikmalaya] langsung ke Kulonprogo dan Solo ke Yogyakarta dan Bawen ke Yogyakarta," ujarnya, Senin 23 September 2019.

    Ruas tol Semarang—Demak akan melengkapi jalan tol Trans-Jawa di jalur utara dan akan dilanjutkan dengan rute Kudus—Pati—Rembang—Tuban. Kemudian di jalur selatan akan dibangun jalan tol yang menghubungkan Ciawi—Garut—Tasikmalaya—Cilacap—Kulonprogo, dan Yogyakarta—Solo.

    Basuki menambahkan bahwa pengusahaan ruas Semarang—Demak akan rampung pada 2022 dan pengerjaan ruas tol lanjutannya akan dimulai tahun depan.

    "Jadi, semua sudah lengkap. Mudah-mudahan pergerakan ekonomi lebih baik lagi di Pulau Jawa," kata Basuki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.