Wamena Rusuh, Bukalapak: Pengiriman Barang Jadi Terhambat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikatan Mahasiswa Papua mengadakan aksi membagikan bunga kepada masyarakat di Kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, Kamis, 19 September 2019.Aksi ini dalam rangka menjaga persatuan rakyat Indonesia dengan mengangkat tema : `Sa Papua Sa Indonesia`. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ikatan Mahasiswa Papua mengadakan aksi membagikan bunga kepada masyarakat di Kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, Kamis, 19 September 2019.Aksi ini dalam rangka menjaga persatuan rakyat Indonesia dengan mengangkat tema : `Sa Papua Sa Indonesia`. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukalapak menyebutkan layanannya sedikit terpengaruh akibat unjuk rasa yang kembali memanas di Kota Wamena, Papua pada Senin pagi, 23 September 2019. Co Founder and President Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid mengatakan pengiriman barang-barang menuju ke beberapa wilayah di Bumi Cendrawasih tersebut terganggu.

    "Memang beberapa teman- teman logistik mengalami gangguan terhadap layanannya," ujar Fajrin di Jakarta Covention Center (JCC), Jakarta, Senin, 23 September 2019.

    Dia juga mengungkapkan, pengiriman barang beberapa ekspedisi terlambat sampai tujuan karena banyak jalan yang ditutup akibat kerusuhan di Wamena. Namun Fajrin belum bisa mengatakan berapa besaran layanan yang terganggu. "Untuk berapa banyaknya saya mesti cek lagi," kata petinggi di Bukalapak itu.

    Selain terganggunya logistik pengiriman barang, layanan Bandar Udara Wamena juga terganggu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Wamena Joko Harjani yang mengatakan bahwa ada tiga penerbangan yang sedang mengalami ketertundaan.

    "Tiga penerbangan dari Jayapura ke Wamena ditunda. Mungkin penerbangan akan dialihkan nanti siang," ujarnya saat dihubungi Tempo pada Senin, 23 September 2019.

    Meski terjadi penundaan penerbangan, Joko memastikan kondisi bandara aman. Operasional bandara juga berjalan seperti biasa. Saat ini, pihaknya memastikan tidak menutup kegiatan di bandara.

    EKO WAHYUDI | FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.