Resesi Ekonomi, Industri Manufaktur Jerman Terpuruk

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara di samping Presiden Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) Bernhard Mattes dan CEO AMG Mercedes-Benz Ola Kallenius selama turnya di stan Mercedes-Benz di Frankfurt Motor Show internasional di Frankfurt, Jerman, 12 September 2019. REUTERS/Ralph Orlowski

    Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara di samping Presiden Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) Bernhard Mattes dan CEO AMG Mercedes-Benz Ola Kallenius selama turnya di stan Mercedes-Benz di Frankfurt Motor Show internasional di Frankfurt, Jerman, 12 September 2019. REUTERS/Ralph Orlowski

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonomi Jerman tampak terus memburuk seiring dengan merosotnya industri manufaktur di negara itu. Kondisi ini membuat tekanan pada pemerintah untuk menambah stimulus fiskal di masa resesi ekonomi ini meningkat.

    Menurut laporan bulanan yang dirilis IHS Markit, aktivitas industri manufaktur Jerman menyusut dengan laju tercepat dalam satu dekade dan pertumbuhan jasa melemah.

    Ada juga tanda-tanda lebih lanjut atas pukulan yang dialami pasar tenaga kerja. Hal ini bisa berdampak buruk pada permintaan dan memicu spiral negatif bagi negara berekonomi terbesar di Eropa tersebut.

    Menambah beban ekonomi, asosiasi industri Jerman, Mechanical Engineering Industry Association (VDMA), pada Senin 23 September 2019 memperkirakan produksi akan turun 2 persen pada 2020. Tahun ini, telah terjadi penurunan produksi yang serupa.

    Kombinasi ketegangan perdagangan, tantangan untuk industri otomotif, dan Brexit (perpisahan Inggris dari Uni Eropa) mendorong Jerman masuk ke jurang resesi setelah ekonominya menyusut pada kuartal II/2019. Menurut Markit, ekonomi Jerman kemungkinan akan berjuang mati-matian untuk mencatat ekspansi selama sisa tahun ini. “Angka-angka manufaktur (Jerman) sungguh mengerikan,” ujar ekonom Markit Phil Smith, seperti dilansir dari Bloomberg.

    “Semua ketidakpastian seputar perang perdagangan, prospek industri mobil, dan Brexit melumpuhkan pesanan, pada September sektor ini membukukan kinerja terburuk sejak krisis keuangan pada 2009."

    Sebagai tanda bahwa kemerosotan industri yang didorong oleh ekspor menjalar ke seluruh ekonomi, Markit mengatakan pertumbuhan lapangan kerja terhenti. Padahal, setelah hampir enam tahun pertumbuhan lapangan kerja melejit tanpa gangguan.

    Kemerosotan ekonomi Jerman telah mendorong seruan yang lebih keras bagi pemerintah untuk memberikan dukungan fiskal. Meski Bank Sentral Eropa (ECB) awal bulan ini meluncurkan paket stimulus baru untuk zona euro, Jerman sejauh ini enggan untuk meningkatkan langkahnya.

    Pada Jumat pekan lalu,  untuk mendukung industri manufaktur, Kanselir Jerman Angela Merkel berjanji untuk tetap berpegang pada kebijakan pengeluaran nol defisit Pemerintahannya juga mengumumkan paket 54 miliar euro (US$60 miliar) yang dirancang untuk membantu mengembalikan target iklim pada jalurnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.