Papua Sempat Memanas Lagi, Bandara Wamena Tetap Beroperasi Normal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang pesawat keluar bandara Wamena, Papua, 9 Desember 2015. TEMPO/Maria Rita

    Penumpang pesawat keluar bandara Wamena, Papua, 9 Desember 2015. TEMPO/Maria Rita

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan memastikan operasional Bandara Wamena berjalan normal pasca-aksi massa memanas pada Senin pagi, 23 September 2019. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Wamena Joko Harjani mengatakan tiga pesawat telah mendarat dengan aman.

    "Sedangkan tiga pesawat lainnya sudah landing dalam status RTB (return to base) atau diterbangkan kembali. Lalu terdapat satu pesawat Deraya yang stay di Bandar Udara Wamena karena alasan teknis," ujar Joko dalam keterangan tertulisnya, Senin 23 September 2019.

    Joko mengakui otoritas maskapai sempat menunda jadwal penerbangan. Ia menyebut ada empat penerbangan ditunda. Tiga di antaranya adalah pesawat Tiger Air dan satu lainnya Wings Air.

    Ia berharap seluruh maskapai yang akan terbang ke Wamena memonitor situasi perkembangan. Adapun saat ini, bandara telah dijaga oleh pihak TNI dan polisi untuk memastikan keamanan.

    Adapun Pengurus Harian Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Dadun Kohar, mengatakan bandara merupakan objek vital yang keamanannya mesti dijaga. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan pihak bandara di Papua dan stakeholder terkait kondisi di Wamena.

    “kami telah melakukan koordinasi dengan pihak keamanan dan stakeholder penerbangan agar bandara terjaga keamanannya," tutur Dadun.

    Bandara Wamena saat ini melayani sedikitnya 120 pergerakan pesawat per hari. Pesawat yang datang atau lepas landas dari Wamena merupakan pesawat kargo, komersial untuk penumpang, perintis, dan misionaris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.