Sejumlah Bandara di Sumatera Beroperasi Meski Ada Kabut Asap

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kondisi hutan dan lahan yang terbakar di Desa Tuah Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Rabu, 18 September 2019. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini menyebabkan sejumlah daerah di Sumatera terpapar kabut asap. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Foto udara kondisi hutan dan lahan yang terbakar di Desa Tuah Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Rabu, 18 September 2019. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini menyebabkan sejumlah daerah di Sumatera terpapar kabut asap. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara lewat Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah II Medan dan Wilayah VI Padang menyatakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih muncul di sebagian wilayah Sumatera. Meski diadang kabut asap, sejumlah bandar udara di Sumatera dilaporkan masih tetap beroperasi.

    “Kami terus memonitor, melakukan koordinasi dan mengupdate kondisi yang terjadi di masing-masing bandara terdampak, dan personil di bandara agar terus bersiaga dan waspada, pastikan keselamatan dan keamanan penerbangan adalah nomor satu,” kata PH Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Dadun Kohar seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin 23 September 2019.

    Dadun mengatakan sampai saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memantau wilayah yang terkena atau terdampak asap kebakaran hutan dan lahan. Direktorat, kata Dadun, terus berkoordinasi dengan Otoritas Bandar Udara (OBU), Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) serta stakeholder penerbangan lainnya.

    Kepala Kantor OBU Wilayah II Medan, Bintang Hidayat melaporkan Bandara Kualanamu Medan dan Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru memiliki jarak pandang minimum (visibility below minimum/VBM) 800 meter. Sehingga apabila di bawah VBM maka pesawat tidak boleh melakukan take off dan landing.

    “Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru saat ini memiliki visibility sekitar 600 meter. Artinya, bandara tetap beroperasi normal namun untuk terjadi penundaan (delay) sampai VBM terpenuhi,” ujar Bintang.

    Kepala Kantor OBU Wilayah VI Padang, Agoes Soebagio juga menambahkan bahwa hal serupa juga terjadi di beberapa bandara di wilayah kerjanya. Meski diadang kabut asap, seluruh operasional bandara masih berjalan normal seperti biasa.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara