Kabut Asap Tak Ganggu Pelayaran di Batam

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga duduk di sebuah kafe dengan pemandangan Kota Batam yang tertutup kabut asap akibat dari kebakaran hutan di Pulau Sumatera, Batam, Kepulauan Riau, 7 September 2015. Akibat kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera jadwal penerbangan tujuan Batam mengalami gangguan. ANTARA/M N Kanwa

    Warga duduk di sebuah kafe dengan pemandangan Kota Batam yang tertutup kabut asap akibat dari kebakaran hutan di Pulau Sumatera, Batam, Kepulauan Riau, 7 September 2015. Akibat kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera jadwal penerbangan tujuan Batam mengalami gangguan. ANTARA/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Batam - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan tidak mengganggu jadwal pelayaran dari dan ke Kota Batam Kepulauan Riau, Senin, 23 September 2019.

    "Masih lancar. Tidak ada penundaan atau pembatalan," kata Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, P Samosir.

    Ia mengakui kabut asap memang sempat terlihat tebal pada Senin pagi, namub tidak sampai mengganggu pelayaran.

    Senada dengan Syahbandar, Humas Dumailine Batam, Asmadi mengatakan tidak ada pelayaran yang terganggu kabut asap pada hari ini. "Pelayaran hari ini semua kapal berangkat sesuai dengan jadwal yang ada," kata dia.

    Pelayaran berjalan normal. Bahkan, menurut dia jumlah penumpang cenderung bertambah, karena banyak konsumen yang beralih dari menumpang pesawat menjadi kapal cepat.

    Banyak penumpang yang khawatir dengan tertundanya jadwal penerbangan, sehingga memilih menggunakan transportasi laut.

    "Ada kenaikan meskipun tak banyak. Sebab mereka tak bisa naik pesawat sedangkan untuk kapal masih cukup aman. Jadi bisa jadi angkutan laut sebagai alternatif bagi mereka," kata dia.

    Sementara itu, Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam menyebutkan jarak pandang di sekitar Batam masih bekisar pada 5.000 meter, dan sempat berkurang saat hujan deras menjadi 2.000 meter.

    "Untuk jarak pandang di atas 2.000 meter masih kondusif untuk transportasi darat, laut dan udara," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.