Semester I 2019, Kredit Bank Mandiri Taspen Tumbuh 28 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) melalui RapatUmum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan membagikandividen sebesar Rp 100 Miliar kepada perusahaan induk yaitu Bank Mandiridan Taspen. Dividen tersebut merupakan 30 persen dari perolehan lababersih tahun 2018 yang tercatat Rp 333,4 Miliar.

    PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) melalui RapatUmum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan membagikandividen sebesar Rp 100 Miliar kepada perusahaan induk yaitu Bank Mandiridan Taspen. Dividen tersebut merupakan 30 persen dari perolehan lababersih tahun 2018 yang tercatat Rp 333,4 Miliar.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menargetkan nilai asetnya dapat tumbuh 22 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 25,5 triliun pada akhir 2019. 

    Menurut Direktur Bank Mantap Paulus Endra Suyatna, target peningkatan nilai aset itu sejalan dengan rencana yang sudah disusun perseroan sejak awal tahun. Agar target itu tercapai, Bank Mantap semakin gencar menyalurkan pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

    “Nilai aset kami tetap sesuai target sekitar Rp25,5 triliun. Strategi mencapai itu ya pertama tentu lending harus ditingkatkan. Kalau funding tetap kami jaga supaya mencapai itu, tapi kami harap bisa lebih dari Rp25,5 triliun,” ujar Endra di Jakarta, akhir pekan lalu.

    Hingga akhir Juni 2019 Bank Mantap tercatat memiliki aset senilai Rp24,74 triliun. Nilai aset ini melonjak 49 persen yoy.  Peningkatan nilai aset Bank Mantap ditopang oleh pertumbuhan kredit yang disalurkan pada periode tersebut.

    Hingga paruh pertama 2019, Bank Mantap sudah menyalurkan pembiayaan senilai Rp17,82 triliun atau tumbuh 28 persen yoy. Sementara itu, jumlah DPK yang dikelola bank ini tumbuh 52 persen yoy menjadi Rp18,63 triliun.

    Menurut Endra, Bank Mantap akan tetap fokus pada rencana perusahaan untuk fokus menyalurkan pembiayaan ke segmen bisnis mikro dan ritel. Selain itu, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ini juga akan menggenjot pendapatan dari segmen pensiunan dan aparatur sipil negara (ASN).

    “Ke depannya kami tetap fokus pada pensiunan ASN, tetapi kami perluas mereka itu bukan pinjaman konsumtif tapi wirausaha. Jadi lebih mengarah supaya pensiun itu bisa sejahtera dan mendapat pinjaman dari Bank Mandiri Taspen,” katanya.

    Hingga penghujung semester I/2019, loan to deposit ratio (LDR) Bank Mantap tercatat sebesar 88 persen. Hal ini menandakan masih ada peluang Bank Mantap untuk menggenjot pembiayaan hingga akhir tahun.

    Bank Mantap juga memiliki rasio beban dana (cost of fund/Cof) yang stabil di kisaran 7,1 persen pada periode sama. Sementara itu, total kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Bank Mantap terbilang rendah karena hanya ada di rasio 0,70 persen.
    Seperti diberitakan Bisnis sebelumnya, Bank Mantap juga berencana menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun pada Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.