Pembahasan Tarif Jalan Tol Layang Japek II Masih Alot

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek di KM 13, Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 22 September 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono mengatakan pembahasan mengenai tarif Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II masih alot. Hal itu dia sampaikan saat mengecek jalan tol layang di KM 13 bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    "Nah itu kita lagi masih pembahasan cukup alot juga. Karena masing-masing semuanya harus bisa tercapai. Kami berbeda, Jasa Marga, PU (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) juga mewakili masyarakat," kata Djoko di tol Japek KM 13, Minggu, 22 September 2019.

    Dia ingin tarif yang terintegrasi, di mana jalan tol layang dengan jalan tol bawah menjadi satu sistem operasinya, tidak bikin gerbang sendiri atas dan bawah terpisah.

    Namun, kata diaKementerian PUPR yang akan menentukan apakah integrasi atau tidak. Atau, kata dia, bisa ada opsi lain yang nantinya ditentukan Kementerian PUPR.

    Djoko mengusulkan tarif sendiri dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol atau PPJT sebesar Rp 1.250 per kilometer. "Kan kami terpisah dengan Jasa Marga, kami anak usaha Jasa Marga artinya entitas tersendiri dapat PPJT pemerintah," kata dia.

    Jika terintegrasi, kata dia, tarif yang dihitung oleh Jasamarga Jalanlayang Cikampek bisa dari Cikunir, Cawang, dan atau Rorotan hingga keluar di Karawang Barat atau Timur. "Kami tidak ada gerbang lain. Nah tadi kalau terintegrasi seperti di bawah aja sama, ini seperti pelebaran tapi ini di atas," kata Djoko.

    Saat ini, kata dia, pekerjaan Japek II sudah mencapai 96,5 persen. Hari Senin besok, uji beban menggunakan 16 truk dengan beban masing-masing 40 ton digelar di atas Japek II.

    Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II akan beroperasi pada akhir November 2019 sehingga bisa turut memperlancar arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020.

    "Ini merupakan pekerjaan besar. Ada sekitar 9.000 tiang pancang yang dibuat dalam pembangunan tol ini. Tol Layang Japek II juga akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, karena semuanya elevated. Tol ini juga diawasi oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Pada 23 September 2019 akan dimulai uji beban sehingga kami rencanakan pada November 2019, Insya Allah bisa operasional," ujar Menteri Basuki dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, 20 September 2019.

    Dia mengatakan tol ini sangat ditunggu oleh masyarakat. Presiden Joko Widodo juga menaruh perhatian besar terhadap penyelesaian ruas tol ini karena akan menunjang kelancaran mobilitas angkutan logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok ke kawasan industri di Cikarang, Karawang dan Cibitung maupun ke arah Bandung dan Tol Trans Jawa.

    Sebelum dioperasikan, Tol Layang Jakarta-Cikampek II akan dilakukan uji beban dengan menggunakan 16 truk dengan beban masing-masing 40 ton terdiri dari uji statis dan dinamis.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.